
Surabaya, wartapoint – Menjelang peringatan Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober besok, suasana antusias tampak menghiasi lingkungan SD Muhammadiyah 29 Surabaya (SD Mudalan). Pada Rabu (21/10/2026), Tim Jurnalis Cilik Kelompok I menggelar sesi diskusi dan wawancara ringan antar sesama siswa untuk membedah makna Hari Santri bagi murid-murid di sekolah dasar.
Sembari membawa buku catatan dan saling berdiskusi hangat di selasar sekolah, para jurnalis cilik menelusuri arti penting perjuangan ulama serta bagaimana penerapannya dalam kehidupan sehari-hari siswa.
Hari Spesial untuk Mengingat Perjuangan dan Meneladani Ulama
Bagi siswa SD Muhammadiyah 29 Surabaya, Hari Santri Nasional bukan sekadar momen peringatan tahunan. Hari Santri dimaknai sebagai kesempatan istimewa untuk mengenang jasa dan perjuangan para ulama serta santri zaman dahulu dalam membela tanah air Indonesia.
Selain menumbuhkan rasa hormat kepada para pahlawan, momen ini juga menambah rasa bangga sebagai anak Muslim yang senantiasa bersemangat menuntut ilmu.
”Siswa Sekolah Dasar Juga Santri Cilik!”
Dalam diskusi tersebut, muncul pertanyaan menarik: Apakah siswa yang tidak tinggal di pondok pesantren juga bisa disebut sebagai santri?
Jawabannya adalah bisa banget! Secara hakikat, santri adalah siapa saja yang menuntut ilmu agama Islam dan bersungguh-sungguh membina akhlak mulia.
Di SD Muhammadiyah 29 Surabaya, seluruh siswa setiap hari menjalankan kebiasaan-kebiasaan positif seperti belajar agama, memperdalam hafalan surah-surah Al-Qur’an, menunaikan salat berjamaah, serta berlatih hidup disiplin. Oleh karena itu, seluruh siswa SD Mudalan pada dasarnya merupakan “Santri Cilik” yang sedang bertumbuh.
Langkah Sederhana Menjadi Santri Cilik yang Hebat
Untuk menjadi santri cilik yang unggul dan berkarakter, para jurnalis cilik merumuskan beberapa aksi nyata yang sederhana namun berdampak besar di sekolah, antara lain:
- Tertib Beribadah: Menjalankan salat Dhuha dan salat Dzuhur tepat waktu tanpa perlu disuruh.
- Hormat kepada Guru: Selalu menunjukkan sikap sopan dan santun kepada para Ustadz dan Ustadzah di sekolah.
- Penyayang Teman: Suka berbagi serta tidak membeda-bedakan teman dalam bergaul.
- Peduli Lingkungan: Menjaga kebersihan ruang kelas dan area lingkungan sekolah.
Harapan Menyambut Hari Santri
Menutup bincang-bincang hangat tersebut, Tim Jurnalis Cilik menyalurkan harapan terbaiknya bagi seluruh teman-teman di SD Muhammadiyah 29 Surabaya.
Melalui momentum Hari Santri tahun ini, diharapkan seluruh siswa makin bersemangat dalam menuntut ilmu, semakin rajin dan tertib dalam beribadah, serta senantiasa bangga menjadi bagian dari keluarga besar SD Mudalan yang cerdas, mandiri, dan berakhlak mulia.
Oleh: Tim Jurnalis Cilik SD Muhammadiyah 29 Surabaya (Kelompok I: Jimey, Haqqi, Adel, Aisyah Qurani, Anin, Naura)





