Sambut Hari Santri dan Respons Kemarau Panjang, MTs Muhammadiyah 19 Surabaya Gelar Shalat Istisqa

Must read

- Advertisement -

Surabaya, wartapoint — Menindaklanjuti imbauan dari Majelis Tabligh serta Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, MTs Muhammadiyah 19 Surabaya menggelar Shalat Istisqa berjamaah pada Kamis (22/10/2026).

​Kegiatan yang berlangsung di lapangan sekolah mulai pukul 09.00 WIB ini digelar bertepatan dengan momentum peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026.

​Ibadah minta hujan ini diikuti secara khidmat oleh seluruh siswa, guru, dan karyawan MTs Muhammadiyah 19 Surabaya, MI Al-Mustofa, serta jajaran Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Bulak.

​Ikhtiar Spiritual Hadapi Krisis Air dan Kebakaran Hutan

​Imbauan dari PWM Jawa Timur tersebut dikeluarkan sebagai ikhtiar spiritual untuk menghadapi musim kemarau panjang, krisis air bersih, serta ancaman kebakaran hutan yang tengah berdampak pada masyarakat luas.

​Melalui imbauan ini, warga Muhammadiyah dan umat Islam di Jawa Timur diajak bermunajat memohon kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan yang membawa keberkahan.

​Sejak pagi, seluruh jamaah sudah berkumpul dengan tertib di lapangan sekolah. Meski terik matahari cukup menyengat, para siswa dan guru tetap khusyuk mengikuti seluruh rangkaian salat hingga selesai.

​Dalam pelaksanaan ibadah tersebut, Ketua PCM Bulak, Abdul Haris, bertindak langsung sebagai imam sekaligus khatib. Lantunan takbir dan doa memohon pertolongan Tuhan pun menggema syahdu di area sekolah.

​Pendidikan Karakter dan Kepedulian Sosial

​Kepala MTs Muhammadiyah 19 Surabaya, Budi Asmawan, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya sekadar bentuk ketaatan terhadap instruksi pimpinan organisasi dan peringatan Hari Santri, tetapi juga sarana efektif dalam pendidikan karakter siswa.

“Kami melaksanakan Shalat Istisqa ini sebagai bentuk ketaatan terhadap imbauan Majelis Tabligh PWM Jatim serta dalam rangka Hari Santri Nasional. Selain itu, ini menjadi proses melatih murid untuk mempertebal keimanan dan menumbuhkan kesadaran bahwa segala sesuatu hanya bisa terjadi atas kehendak Allah SWT,” ujar Budi.

​Budi menegaskan, sekolah berkomitmen menanamkan nilai-nilai religius, kepedulian lingkungan, dan rasa tanggung jawab sosial secara nyata kepada peserta didik.

​“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan karakter peduli lingkungan dan tanggung jawab sosial. Murid-murid tidak hanya belajar teori di dalam kelas, tetapi juga diajak merasakan langsung bagaimana berdoa dan berikhtiar bersama untuk kebaikan masyarakat,” tegasnya.

​Mencetak Generasi Berakhlak menuju Indonesia Emas

​Melalui rangkaian ibadah ini, pihak sekolah berharap para siswa tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki keteguhan iman dan kepekaan sosial terhadap kondisi sekitar.

​Momentum Hari Santri Nasional 2026 ini diharapkan dapat meneguhkan peran para murid MTs Muhammadiyah 19 Surabaya sebagai santri modern yang berakhlak mulia, berilmu, dan siap berkontribusi bagi bangsa.

​“Sejalan dengan semangat Hari Santri, kita berharap murid-murid dapat menjadi generasi yang menguatkan negeri menuju Indonesia Emas,” pungkas Budi.

​Penulis: Da’wan

Editor: (yupan)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article