
Sumba Timur, wartapoint – Tim Strategic Project Unit (SPU) Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendesa PDT) melanjutkan rangkaian kunjungan kerjanya ke Desa Patawang, Kecamatan Umalulu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (26/10/2026).
Kunjungan ini diisi dengan observasi lapangan serta Focus Group Discussion (FGD) untuk melihat langsung progres desa penerima Program TEKAD yang kini bertransformasi menjadi desa percontohan.
Desa Patawang yang terdiri dari 4 dusun, 8 RW, dan 16 RT awalnya didominasi oleh mata pencaharian sebagai petani sawah, ladang, dan peternak. Berkat pendampingan program, desa ini kini berkembang pesat menjadi destinasi wisata berbasis pemberdayaan masyarakat dan alam yang memadukan sektor pertanian produktif dengan pelestarian budaya lokal.
Kepala Desa Patawang, Immanuel Soleman, memaparkan di hadapan Tim SPU TEKAD bahwa BUMDes setempat mampu bertahan (survive) dan mencatatkan omset sekitar Rp350 juta per tahun.
”Sejak tahun 2023 lalu kami mendapat bantuan TEKAD, kami memulai usaha peternakan telur yang bekerja sama dengan BUMDes sebagai penggerak. Bantuan demplot tersebut menjadi program demplot terbaik untuk usaha ayam petelur,” ungkap Immanuel.
Selain peternakan ayam petelur, Desa Patawang juga mengembangkan pertanian terpadu berkolaborasi dengan pabrik gula, membangun agrowisata di lahan seluas 2 hektare yang didukung infrastruktur jalan dari PT Sumba Manis, serius menangani stunting melalui Posyandu, hingga menyediakan fasilitas pembangkit listrik tenaga surya.
Jadi Lokasi Percontohan dan Pusat Evaluasi
Kegiatan FGD yang digelar di Gazebo Aksara Manise di tengah kawasan agrowisata tersebut dihadiri oleh hampir 60 undangan, termasuk tokoh agama, masyarakat, dan penggerak ekonomi desa.
Kepala Bidang Pemerintahan Desa Dinas PMD Kabupaten Sumba Timur, Yanusep Behi Data, S.Sos., mengapresiasi capaian Desa Patawang yang kini telah menjadi replika atau percontohan bagi 44 desa lainnya di Sumba Timur.
”Harapan kami hasil FGD dan observasi lapangan ini menjadi masukan bagi Kemendes untuk membantu kabupaten kami yang wilayahnya paling luas di daratan Pulau Sumba. Desa Patawang mampu menjadi pionir dan replika bagi desa lain, yang keberhasilannya akan menjadi evaluasi kami ke depan,” kata Yanusep.
Apresiasi Pusat dan Dorongan Keberlanjutan
Sementara itu, Executive Secretary SPU TEKAD sekaligus Penasehat Menteri Desa dan PDT, Prof. Dr. H. Zainuddin Maliki, M.Si., memberikan apresiasi tinggi atas capaian masyarakat dan Kepala Desa Patawang. Ia berharap program yang berjalan baik ini dapat dikawal dan dimasukkan ke dalam RPJMD 2027 Pemkab Sumba Timur dengan menggandeng Bappeda setempat.
Mengingat Program TEKAD telah memasuki tahun terakhir, Zainuddin mengungkapkan bahwa pihak kementerian terus mengkaji opsi perpanjangan melalui lobi ke Bank Dunia dan IFAD agar ada penambahan anggaran (top up) hingga Juli 2027, atau melalui skema program lainnya.
”Masih dalam pengkajian dan perjuangan yang tetap akan kami laporkan langsung ke Menteri Desa dan PDT,” ujar mantan anggota DPR RI periode 2019–2024 tersebut.
Rangkaian kunjungan kerja ditutup dengan kegiatan panen telur, petik buah belimbing madu, memancing ikan nila, serta menikmati jus mangga asli di kawasan agrowisata Desa Patawang. Turut mendampingi dalam kegiatan ini para faskab dan faskec Pendamping TEKAD Sumba Timur.
Penulis: Bashtiar Permana
Editor: yupan





