Stop Bullying! Mahasiswa UNAIR Ajak Murid SD Muhammadiyah 2 Surabaya Berani Speak Up

Must read

- Advertisement -

Surabaya, wartapoint — Membangun lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas perundungan merupakan tanggung jawab bersama. Semangat inilah yang dihadirkan dalam kegiatan sosialisasi bertajuk “Stop Bullying” bagi murid kelas 5 dan 6 SD Muhammadiyah 2 Surabaya pada Rabu, 28 Oktober 2026, bertempat di Gedung 2 AR Fachruddin.

​Kegiatan edukatif ini menghadirkan empat mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR), yakni Chika, Keysha, Nishwa, and Hamam. Kehadiran mereka bertujuan untuk mengajak para siswa mengenali berbagai bentuk perundungan sekaligus menumbuhkan keberanian untuk menghentikannya sejak dini.

​Soroti Perundungan Verbal dan Sesi Bermain Peran

​Dalam pemaparannya, para mahasiswa UNAIR menyoroti perundungan verbal yang kerap terjadi di kelas besar, salah satunya adalah kebiasaan mengolok-olok orang tua teman. Candaan yang seringkali dianggap sepele tersebut ternyata dapat melukai perasaan, merusak kepercayaan diri, hingga memengaruhi hubungan pertemanan antarsiswa.

​Agar materi lebih mudah dipahami oleh anak-anak, para mahasiswa mengajak para siswa mengikuti roleplay atau bermain peran yang menggambarkan situasi perundungan. Melalui simulasi interaktif ini, murid-murid belajar mengenali perilaku bullying serta memahami cara bersikap yang tepat, baik saat menjadi korban maupun ketika menyaksikan tindakan tersebut.

​Pesan utama yang ditekankan dalam kegiatan ini adalah pentingnya keberanian untuk speak up. Murid yang mengalami perundungan diimbau agar tidak memilih diam, melainkan berani berbicara dan melapor kepada guru atau orang dewasa yang dipercaya. Menghentikan bullying ditegaskan bukan hanya tanggung jawab korban semata, melainkan tugas seluruh warga sekolah agar perundungan tidak berkembang menjadi kebiasaan yang dianggap wajar.

​Sambutan Positif dari Pihak Sekolah

​Kepala SD Muhammadiyah 2 Surabaya, Muhammad Agus Zaki Fanani, menyambut baik serta memberikan apresiasi positif terhadap kegiatan edukasi ini. Ia berharap sosialisasi tersebut mampu menumbuhkan empati serta membangun budaya saling menghormati di lingkungan sekolah.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap anak-anak semakin memahami bahwa setiap orang berhak dihargai dan diperlakukan dengan baik. Jangan pernah menjadikan kekurangan orang lain atau keluarga mereka sebagai bahan ejekan. Jika melihat atau mengalami bullying, beranilah berbicara dan segera melapor. Sekolah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi semua anak untuk belajar serta bertumbuh,” tutur Agus.

​Melalui kegiatan sosialisasi ini, SD Muhammadiyah 2 Surabaya terus berkomitmen menanamkan pendidikan karakter yang tidak hanya berfokus pada prestasi akademik, tetapi juga pada pembentukan akhlak, empati, dan kepedulian terhadap sesama.

​Berani Speak Up, Berhenti Membully! Sebab, sekolah yang hebat bukan hanya tempat lahirnya generasi cerdas, melainkan juga tempat tumbuhnya generasi yang saling menghargai, melindungi, menguatkan, dan memiliki adab. (Indira)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article