Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster
Wednesday, June 3, 2026
Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster

Dari Hobi Menjadi Prestasi: Kisah Ny. Weny Arnita Sandy, Anggota Persit Kodim Surakarta yang Mendunia Lewat Rajutan

Must read

Surakarta, wartapoint – Dedikasi dan kreativitas tidak mengenal batas ruang. Hal ini dibuktikan oleh Ny. Weny Arnita Sandy, anggota Persit Kartika Chandra Kirana Cabang L Kodim 0735/Surakarta. Berawal dari keinginan mengisi waktu luang sebagai istri prajurit, kini karya rajutannya telah melanglang buana hingga ke mancanegara.

Titik Balik: Adaptasi di Balik Seragam Persit

​Perjalanan kreatif istri dari Sertu Mujono (Anggota Koramil 02/Banjarsari) ini dimulai pada tahun 2006. Setelah memutuskan berhenti bekerja dari perusahaan retail demi mendampingi penugasan suami, Ny. Weny sempat mencoba berbagai keterampilan mulai dari menyulam hingga menjahit.

​Namun, hatinya tertambat pada merajut, sebuah keterampilan yang sebenarnya sudah ia kenal sejak duduk di bangku SMP. “Awalnya hanya untuk mengisi waktu di asrama. Saya mulai mengingat lagi teknik merajut masa sekolah,” kenangnya.

Inovasi Digital dan Capaian Prestasi

​Ny. Weny memulai langkah kecilnya dengan membuat aksesori anak-anak seperti bross dan bando. Seiring berkembangnya teknologi, ia tidak berhenti belajar secara otodidak melalui platform digital seperti YouTube, Pinterest, dan Instagram.

​Ketekunan tersebut membuahkan hasil manis berupa deretan prestasi membanggakan:

  • Juara Lomba Cipta Payung Rajut dalam Festival Payung (2017 & 2018).
  • Juara Lomba Karya Wastra yang diselenggarakan oleh Dharma Pertiwi (2021).
  • Karya Spesial: Mendesain payung rajut khusus untuk Ibu KASAD yang dikenakan pada Upacara HUT Kemerdekaan RI ke-80.

Menembus Pasar Internasional

​Produk hasil tangan dingin Ny. Weny tidak hanya diminati di pasar lokal dan nasional melalui bazar serta penjualan daring. Kualitas karyanya telah diakui hingga ke luar negeri. Tercatat, ia pernah mengirimkan produk home decor bertema Natal ke Belanda, New Zealand, hingga Jepang.

​”Hanya dari benang, hakpen, dan niat, akan tercipta karya-karya tak terbatas,” ungkapnya.

Lebih dari Sekadar Ekonomi

​Bagi Ny. Weny, merajut bukan sekadar urusan menambah penghasilan keluarga, tetapi juga investasi kesehatan mental dan karakter. Ia meyakini bahwa merajut sangat efektif untuk melatih kesabaran, konsentrasi, serta menjaga daya ingat.

​Ia berharap keterampilan ini dapat terus menyebar ke anggota Persit lainnya maupun masyarakat luas. Dengan semangat inovasi yang terus berkobar, Ny. Weny berkomitmen untuk terus menciptakan kreasi terbaru yang mengikuti selera pasar global tanpa meninggalkan jati diri kerajinan tangan Indonesia. (Agus)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article