Surabaya, wartapoint – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Surabaya terus masif memperkuat karakter remaja melalui program Dinamika Arek Suroboyo Hebat (DASH) 2026. Kali ini, MI Muhammadiyah 25 Surabaya menjadi tuan rumah dalam sosialisasi yang digelar pada Selasa (10/3/2026).
Kegiatan ini fokus pada tiga isu krusial di era modern: pencegahan kenakalan remaja, penghapusan perundungan (bullying), serta literasi digital yang bertanggung jawab.
Membentuk Karakter di Era Digital
Masa remaja merupakan fase krusial dalam pembentukan jati diri. Tanpa pendampingan yang tepat, arus informasi di media sosial dan interaksi sosial yang negatif dapat berdampak buruk pada tumbuh kembang siswa.
Hadir sebagai narasumber utama, Priyo Utomo, S.Sos., M.Si., menekankan pentingnya sikap empati sejak dini. Beliau mengajak para siswa untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi pribadi yang berani menebar kebaikan.
“Kita ingin mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga memiliki empati tinggi, saling menghormati, dan bijak dalam bermedia sosial,” ujarnya.
Edukasi Interaktif Bersama Mahasiswa
Keseruan kegiatan ini semakin terasa dengan kehadiran pendamping dari kalangan akademisi, yakni Cahya (Universitas Negeri Surabaya) dan Sandi Ardiansyah (UIN Sunan Ampel Surabaya). Kehadiran mereka membantu menciptakan suasana diskusi yang santai namun tetap sarat ilmu bagi para siswa.
Alifio, salah satu peserta didik, mengungkapkan antusiasmenya mengikuti jalannya acara. Ia mengaku mendapatkan perspektif baru mengenai etika berinternet.
- “Seru sekali karena kami diajak berdiskusi, bukan cuma mendengarkan. Saya jadi paham kalau bullying itu sangat merugikan dan sekarang saya lebih tahu cara menggunakan internet dengan bijak,” tuturnya.
Visi Arek Suroboyo Hebat
Melalui program DASH 2026, Pemerintah Kota Surabaya berharap sekolah menjadi lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah bagi anak. Dengan sinergi antara sekolah, keluarga, dan lingkungan, diharapkan lahir generasi muda Surabaya yang:
- Berkarakter Kuat: Memiliki integritas dan rasa hormat.
- Cerdas Digital: Mampu menyaring informasi dan menjauhi konten negatif.
- Empati Tinggi: Aktif mencegah tindakan perundungan di lingkungan sekolah.
Langkah ini menjadi investasi jangka panjang untuk memastikan masa depan Surabaya dipimpin oleh generasi yang hebat dan beradab. (Siti Islaha)





