
Surabaya, wartapoint – Menyongsong keberkahan bulan suci Ramadan 1447 H, Sekolah Adab Keshalihan SD Muhammadiyah 2 Surabaya sukses menyelenggarakan rangkaian kegiatan Baitul Arqam pada 9–12 Maret 2026. Dengan mengusung tema “Transformasi Akhlak Generasi Digital: Berkarakter Qurani, Berwawasan Global, Berjiwa Sosial”, sekolah ini berupaya menyeimbangkan kecakapan teknologi siswa dengan keluhuran budi pekerti.
Filantropi Cilik: Tebar 500 Paket Sembako
Sebagai pembuka rangkaian kegiatan, SD Muhammadiyah 2 Surabaya melakukan aksi nyata melalui program kepedulian sosial. Sebanyak 500 paket sembako dibagikan kepada warga di wilayah Kecamatan Genteng, meliputi kawasan Peneleh, Pandian, hingga Plampitan. Tak hanya menyasar warga pemukiman, bantuan ini juga menyentuh para pengemudi ojek daring dan petugas kebersihan jalanan.
Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 2 Surabaya, Ustadz M. Agus Zaki Fanani, S.Pd, Gr., menegaskan bahwa aksi ini adalah implementasi dari nilai Al-Ma’un yang menjadi identitas sekolah.
“Dunia digital adalah realitas baru bagi anak-anak, namun nilai kepedulian tidak boleh luntur. Kami ingin memastikan kecanggihan teknologi di jari siswa dibarengi dengan tuntunan Al-Qur’an di hati. Menjadi ‘Spartans’ sejati berarti memiliki empati yang luas,” ujar Ustadz Zaki.
Inovasi Kurikulum Ramadan: Digital Passport hingga Pasar Amanah
Ketua Panitia, Ustadz Thou’an Mubarok, menjelaskan bahwa Baitul Arqam tahun ini hadir dengan pendekatan yang lebih interaktif dan dibagi menjadi dua gelombang:
- Kelas Kecil (Jenjang 1-3): Fokus pada penguatan afeksi dan kemandirian, seperti sesi Home Hero (belajar melipat baju sendiri).
- Kelas Besar (Jenjang 4-6): Fokus pada integritas digital melalui simulasi Digital Passport, Detektif Kejujuran, dan Pasar Amanah.
”Kami merombak total cara penyampaian materi. Ada misi adab yang harus diselesaikan untuk mendapatkan stempel. Kami ingin mereka merasakan bahwa menjadi jujur itu keren,” jelas Ustadz Thou’an.
Sentuhan Emosional dan Integritas Era AI
Kegiatan ini meninggalkan kesan mendalam bagi para siswa. Anindita Nur Kamila, siswi kelas 3, tampak berkaca-kaca saat menceritakan sesi Pesan Suara Cinta untuk orang tuanya.
“Aku kirim pesan suara ke Bunda, minta maaf dan terima kasih sudah merawatku. Rasanya lega sekali bisa mengungkapkan sayang lewat WA,” ungkapnya.
Di sisi lain, bagi siswa kelas besar seperti Faeza, materi mengenai etika di dunia maya menjadi sorotan utama.
“Aku belajar kalau di internet pun Allah tetap melihat apa yang kita ketik. Di sesi ‘Muslim Berintegritas di Era AI’, aku sadar kalau keuntungan uang tidak ada artinya tanpa kejujuran,” kata Faeza.
Refleksi Karakter
Sebagai penutup, seluruh siswa menerima raport “Capaian Adab” yang menjadi tolok ukur perkembangan karakter mereka selama mengikuti Baitul Arqam. Melalui perpaduan aksi sosial dan edukasi digital-religius yang intensif, SD Muhammadiyah 2 Surabaya membuktikan komitmennya sebagai sekolah yang siap mencetak kader bangsa yang cerdas secara teknologi namun tetap membumi secara sosial. (Redaksi)





