
Surabaya, wartapoint – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menerima kunjungan dan audiensi formal dari jajaran pengurus UMKM Jawa Timur di Balai Kota Surabaya pada Rabu (4/11/2026) pukul 09.00 WIB. Pertemuan ini berlangsung hangat untuk membahas percepatan pelaksanaan berbagai program ekonomi berkelanjutan, khususnya menjelang penutupan akhir tahun 2026.
Dalam audiensi tersebut, Wali Kota Surabaya Dr. Ir. Eri Cahyadi, S.T., M.T. menerima secara langsung rombongan yang dipimpin oleh Ketua Umum UMKM Jatim, Joni Desman, S.Kom., M.Kom. Meski memiliki agenda kedinasan yang cukup padat dan ditunggu oleh sejumlah tamu lain, Wali Kota yang akrab disapa Cak Eri ini tetap meluangkan waktu berdiskusi intensif bersama Joni Desman, tokoh pemuda Minang yang aktif di berbagai organisasi di Jawa Timur tersebut.
Wali Kota Surabaya, Dr. Ir. Eri Cahyadi, S.T., M.T., menyampaikan apresiasi dan terima kasih mendalam atas kehadiran Ketua Umum UMKM Jatim beserta jajaran yang telah meluangkan waktu dalam momentum penting ini untuk memperkuat keterlibatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Pahlawan.
Sementara itu, Ketua Umum UMKM Jatim Joni Desman menegaskan bahwa audiensi formal ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi biasa. Pertemuan ini difokuskan untuk menekankan pentingnya sinergi nyata, kolaborasi konkret, dan langkah eksekusi ekonomi demi memastikan UMKM lokal dapat naik kelas secara berkelanjutan.
”Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas undangan dan kesediaan waktu Bapak Wali Kota Eri Cahyadi di tengah jadwal beliau yang sangat padat. Pertemuan ini menjadi bukti komitmen bersama bahwa sinergi antara asosiasi pengusaha dan Pemkot Surabaya harus diwujudkan dalam aksi nyata di lapangan,” ujar sosok yang akrab disapa Bang Jhon tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, dibahas sejumlah poin strategis dan program berkelanjutan yang tengah digenjot Pemkot Surabaya hingga akhir tahun 2026, di antaranya:
- Program “UMKM Tumbuh Bersama”: Kolaborasi pelatihan dan temu bisnis (business matching) yang diselenggarakan hingga Desember 2026 bagi 150 pelaku UMKM terpilih, lengkap dengan dukungan materi serta insentif voucher belanja.
- Akses Permodalan & Pembiayaan Lunak: Keberlanjutan program inklusi keuangan unggulan Pemkot Surabaya bekerjasama dengan OJK dan lembaga jasa keuangan, seperti PUSPITA (pinjaman bunga ringan 3 persen per tahun) dan Sikumis (pinjaman bunga 5 persen per tahun).
- Pendampingan Legalitas & UMKM Naik Kelas: Pemantauan target fasilitasi legalitas gratis yang mencakup NIB, sertifikasi halal, dan pendaftaran merek bagi 5.250 UMKM sepanjang tahun 2026 agar berdampak langsung pada peningkatan omzet serta perluasan jangkauan pasar.
- Penguatan Ekosistem Digital PEKEN Suroboyo: Kelanjutan optimalisasi platform belanja digital PEKEN Suroboyo bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan warga Surabaya guna menyerap produk-produk buatan UMKM lokal.
- Pengendalian Inflasi & Ketahanan Pangan: Melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Pemkot menggerakkan program urban farming (seperti penanaman ribuan bibit cabai yang siap panen jelang akhir tahun) serta penyelenggaraan Pasar Murah/Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
Sinergi kuat antara Pemkot Surabaya dan UMKM Jatim ini diharapkan mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi kerakyatan, menekan laju inflasi daerah, serta memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan para pelaku usaha kecil di Surabaya pada penghujung tahun 2026. (yupan)





