Teguhkan Semangat Agen Perubahan, IPMJ MI Muhammadiyah 25 Gelar Silaturahim dan Buka Bersama

Must read

- Advertisement -

Surabaya, wartapoint – Suasana khidmat Ramadan menyelimuti gedung MI Muhammadiyah 25 Surabaya pada Rabu (11/3/2026). Puluhan kader muda yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Muhammadiyah Junior (IPMJ) berkumpul untuk mengikuti rangkaian kegiatan pembinaan, silaturahim, serta buka puasa bersama. Acara ini mengusung misi besar: menguatkan karakter pelajar sebagai agen perubahan (agent of change).

​Acara yang dipandu oleh Ustadzah Istianah selaku pembina IPMJ ini berlangsung tertib namun penuh kehangatan. Kehadiran para alumni ketua IPMJ periode terdahulu—seperti Robi, Arkana, Mahdi, dan Fadil—menambah motivasi bagi para kader junior melalui sesi berbagi pengalaman.

​Menjadi Teladan dengan Filosofi Kepemimpinan

​Kepala Madrasah MI Muhammadiyah 25, Ferry Rismawan, dalam arahannya menekankan bahwa pelajar Muhammadiyah harus memiliki mentalitas yang tangguh menghadapi masa depan. Beliau menggarisbawahi pentingnya filosofi kepemimpinan Ki Hajar Dewantara dalam jiwa setiap kader.

“Pelajar IPMJ harus siap, sigap, dan tanggap. Di depan memberi teladan (Ing Ngarso Sung Tulodo), di tengah membangun semangat (Ing Madyo Mangun Karso), dan di belakang memberi dorongan (Tut Wuri Handayani). Inilah jalan hidup bagi kader untuk menjadi agen perubahan bagi masyarakat,” tegas Ferry.

​.

​Etika Organisasi dan Kedisiplinan

​Materi pembinaan pun diperdalam dengan dua sesi penting:

  1. ​Etika Berorganisasi: Aksar Wiyono mengingatkan bahwa organisasi adalah ladang amal. Mengutip hadis Khoirunnas anfa’uhum linnas, ia berpesan agar IPMJ menjadi wadah untuk memberi manfaat bagi sesama, baik di lingkungan sekolah maupun rumah.
  2. ​Pemimpin Bijaksana: Fuadah menitikberatkan pada kedisiplinan. “Hari ini kalian belajar diatur, agar kelak kalian mampu mengatur. Pemimpin yang hebat adalah mereka yang mampu menjadi contoh nyata,” pesannya.

​Keceriaan di Balik Kedekatan Antar-Generasi

​Meski sarat dengan materi penguatan karakter, acara tetap terasa segar dengan adanya sesi ice breaking yang dipandu oleh para alumni. Tawa dan keceriaan pecah di sela-sela kegiatan, mencairkan suasana sebelum memasuki waktu berbuka.

​Puncak acara ditutup dengan buka puasa bersama yang dikoordinatori oleh Mama Lovely. Momen ini menjadi simbol kuatnya ukhuwah (persaudaraan) antar-kader, pembina, dan wali murid.

​Apresiasi dari Siswa dan Wali Murid

​Kegiatan ini mendapat respon positif dari berbagai pihak. Naura, salah satu peserta, mengaku sangat terinspirasi. “Kegiatannya seru! Saya jadi lebih semangat belajar bagaimana menjadi pelajar yang bermanfaat bagi orang lain,” ungkapnya.

​Senada dengan Naura, salah satu wali murid, Wildan, turut memberikan apresiasi. Menurutnya, pembinaan sejak dini seperti ini sangat krusial untuk membentuk akhlak dan jiwa kepemimpinan anak di luar jam pelajaran formal.

​Melalui momentum Ramadan ini, IPMJ MI Muhammadiyah 25 Surabaya berharap dapat terus mencetak kader yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga beradab dan siap menjadi pelopor kebaikan bagi bangsa dan agama. (Siti Islaha)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article