Siswa MI Muhammadiyah 28 Surabaya Gelar Simulasi Shalat Idulfitri 1447 H

Must read

Surabaya, wartapoint – Atmosfer hari raya terasa kental menyelimuti MI Muhammadiyah 28 Surabaya pada Jumat (13/03/2026). Bertempat di lapangan madrasah, ratusan siswa berkumpul dalam barisan shaf yang rapi untuk mengikuti simulasi Shalat Idulfitri 1447 Hijriyah. Kegiatan ini digelar sebagai bagian dari kurikulum praktik ibadah nyata menjelang akhir Ramadan.

​Bukan sekadar simulasi biasa, madrasah ini memberikan ruang bagi siswa untuk memegang peran utama. Ananda Hasby Maqosid, siswa kelas 4 Zubair Bin Awwam, tampil penuh percaya diri mengemban amanah sebagai imam sekaligus khatib di hadapan rekan-rekan dan para guru.

Pembelajaran Kontekstual: Melampaui Teori

​Simulasi ini dirancang untuk membekali siswa dengan pemahaman komprehensif mengenai tata cara Shalat Id yang berbeda dengan shalat wajib, mulai dari niat, jumlah takbir pada rakaat pertama dan kedua, hingga tata krama mendengarkan khutbah.

​Kepala MI Muhammadiyah 28 Surabaya, Ustadz Rohim, S.H.I., M.Pd., menjelaskan bahwa praktik langsung adalah kunci agar pemahaman agama tertanam kuat dalam diri siswa.

​“Kami ingin menanamkan pemahaman ibadah secara langsung. Jadi, mereka tidak hanya tahu teorinya dari buku, tetapi juga mampu mempraktikkannya dengan benar saat berada di lingkungan masyarakat nanti,” ungkapnya.

Menumbuhkan Kedisiplinan dan Kecintaan Ibadah

​Selain aspek kognitif, kegiatan ini juga menjadi sarana penanaman nilai kedisiplinan dan kebersamaan. Pengaturan shaf antara siswa putra dan putri serta kekhidmatan selama prosesi berlangsung menciptakan pengalaman belajar yang berkesan bagi para siswa.

​Madrasah berharap, melalui simulasi ini, para siswa tidak hanya siap secara teknis untuk mengikuti Shalat Idulfitri di kampung halaman masing-masing, tetapi juga memiliki kecintaan yang lebih dalam terhadap syiar Islam.

Komitmen Mencetak Generasi Berakhlak

​MI Muhammadiyah 28 Surabaya terus berkomitmen untuk tidak hanya fokus pada kecerdasan akademik, tetapi juga pembentukan karakter generasi yang berilmu dan berakhlak mulia. Simulasi shalat ini menjadi salah satu bukti nyata komitmen madrasah dalam mencetak lulusan yang berlandaskan nilai-nilai Islam yang kokoh.

​Acara ditutup dengan evaluasi singkat dari para guru untuk menyempurnakan gerakan dan bacaan siswa, memastikan setiap detail ibadah sesuai dengan tuntunan. (Tiris Ahmadha)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article