
Surabaya, wartapoint – Tanggal 25 Maret 2026 menjadi catatan sejarah yang mengharukan bagi keluarga besar Panti Asuhan Muhammadiyah Gersikan, Tambaksari, Surabaya. Bertempat di Jalan Gersikan 59/62, sebuah prosesi penyerahan tanah dan rumah wakaf dilaksanakan, menandai babak baru pengembangan panti bagi anak yatim, piatu, dan dhuafa.
Rumah seluas 275 m² tersebut bukan sekadar bangunan biasa. Lokasinya yang sangat strategis—menghadap langsung ke jalan raya dan berdampingan persis dengan Asrama Putri Panti—menjadikannya aset krusial untuk pengembangan sarana pendidikan dan dakwah di masa depan.
Amanah dari Sang Pejuang Kemerdekaan
Dibalik kedermawanan ini, tersimpan kisah patriotisme yang mendalam. Rumah tersebut merupakan peninggalan mendiang seorang pejuang kemerdekaan yang kini telah beristirahat dengan tenang di Taman Makam Pahlawan (TMP) Jakarta.
Perjalanan wakaf ini bermula pada 12 Januari 2026, saat ahli waris menghubungi pihak Humas Panti untuk menyatakan niat mulia mereka. dr. Prabaningtyas, atau yang akrab disapa Bu Ninin, datang langsung dari Jakarta bersama rombongan keluarga besar—termasuk ibu, adik, dan suaminya—untuk menuntaskan kewajiban tersebut.
”Kami merasa harus segera menunaikan kewajiban ini agar rumah dan tanah tersebut segera diwakafkan. Bagi kami, Panti Muhammadiyah adalah pilihan yang tepat untuk menjaga amanah ini,” ujar Bu Ninin saat prosesi penyerahan.
Prosesi Khidmat Pasca-Lebaran
Meskipun komunikasi telah dijalin sejak awal tahun, peresmian proses pewakafan ini rampung dilaksanakan di ruang Kepala Panti pada momen yang fitri, yakni pasca Hari Raya Idul Fitri (bertepatan dengan 15 Maret 2026 / Syawal 1447 H).
Saat ini, bangunan tersebut masih digunakan oleh penyewa untuk berdagang. Namun, dalam waktu dekat area tersebut akan dikosongkan untuk memulai proses peralihan administrasi dan sertifikat tanah dari ahli waris kepada Persyarikatan Muhammadiyah. Pihak keluarga ahli waris pun menyatakan komitmen penuh untuk membantu kelancaran proses hukum hingga tuntas.
Amal Jariah untuk Kemajuan Pesantren
Kepala Panti Asuhan Muhammadiyah Gersikan, Ustadz H. Abu Hasan, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur yang mendalam atas kemurahan hati keluarga Bu Ninin.
”Kami berterima kasih kepada keluarga besar Bu Ninin yang jauh-jauh datang dari Jakarta demi terlaksananya niat suci ini. Insya Allah, ini menjadi amal jariah yang tidak terputus bagi almarhum, karena diwakafkan di jalan yang benar untuk menyantuni anak-anak yatim dan dhuafa,” tuturnya.
Kehadiran lahan baru ini diharapkan menjadi motor penggerak bagi kemajuan Panti Asuhan serta Pesantren Muhammadiyah Gersikan Cabang Tambaksari Surabaya, demi mencetak generasi yang mandiri dan berakhlakul karimah. (Muiz)





