
Surabaya, wartapoint – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) mengawali tahun 2026 dengan catatan performa yang terjaga. Memasuki bulan kedua tahun ini, anak usaha Subholding Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) tersebut berhasil membukukan pertumbuhan arus peti kemas secara bulanan (month-on-month).
Pertumbuhan Volume dan Dominasi Pasar
Berdasarkan data operasional per Februari 2026, volume peti kemas di TPS naik sebesar 1,36% dibandingkan Januari 2026. Total arus peti kemas meningkat dari 117 ribu TEUs menjadi 119 ribu TEUs.
Penyokong utama pertumbuhan ini adalah sektor internasional yang menyumbang 113 ribu TEUs, disusul sektor domestik sebesar 6 ribu TEUs. Dengan capaian ini, TPS memperkokoh posisinya sebagai pemain utama di Jawa Timur.
”TPS berhasil mempertahankan posisi dominan dengan penguasaan pangsa pasar (market share) internasional sebesar 83% di Pelabuhan Tanjung Perak,” ungkap Erika Asih Palupi, Sekretaris Perusahaan TPS.
Geliat Ekspor-Impor yang Stabil
Dari sisi perdagangan luar negeri, tren positif juga terlihat pada aktivitas ekspor dan impor:
- Arus Ekspor: Tumbuh 3,77% (dari 53 ribu ke 55 ribu TEUs).
- Arus Impor: Naik 1,79% (dari 56 ribu ke 57 ribu TEUs).
Secara kumulatif (Januari-Februari 2026), komposisi muatan masih cukup seimbang dengan porsi ekspor sebesar 49% dan impor 51%. Meski secara tahunan (year-on-year) terdapat koreksi tipis sebesar 3,65% akibat dinamika jadwal pelayaran global, jumlah kunjungan kapal justru meningkat dari 202 menjadi 203 kunjungan.
Efisiensi Layanan: TRT di Bawah 45 Menit
Keberhasilan operasional ini mendapat apresiasi langsung dari pelaku usaha. Medy Prakoso, importir dari CV Surya Bhakti Mandiri sekaligus Wakil Ketua Kadin Surabaya, menyoroti kecepatan layanan di terminal.
”Kami mengapresiasi layanan delivery peti kemas impor di TPS. Truck Round Time (TRT) konsisten berada di bawah 45 menit. Ini sangat membantu efisiensi waktu pengeluaran barang ke gudang,” ujar Medy.
Produktivitas Melampaui Standar Pemerintah
Tak hanya cepat di sisi darat, performa bongkar muat di dermaga juga menunjukkan angka yang impresif. TPS mencatatkan rata-rata produktivitas sebesar 50 box/ship/hour.
Angka ini melampaui standar minimum yang ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan melalui KSOP Utama Tanjung Perak, yaitu sebesar 48 box/ship/hour. Erika menambahkan bahwa keandalan layanan ini adalah hasil dari komitmen perusahaan dalam menjaga efektivitas operasional di tengah dinamika logistik internasional.
Ringkasan Performa TPS (Januari – Februari 2026):
| Indikator | Capaian | Keterangan |
|---|---|---|
| Arus Peti Kemas | 237 Ribu TEUs | Total kumulatif 2 bulan |
| Market Share | 83% | Pasar Internasional Tanjung Perak |
| Produktivitas | 50 box/ship/hour | Di atas standar minimal (48 box) |
| Kunjungan Kapal | 203 Kapal | Naik 0,49% (YoY) |
(Armand/yupan)





