Surabaya, wartapoint – MI Muhammadiyah 25 Surabaya kembali mengemas pembelajaran luar kelas dengan cara yang unik dan aplikatif. Pada Kamis (9/4/2026), siswa kelas 2A mendapatkan pengalaman berharga melalui program guest teacher bertajuk “Mengetahui Obat untuk Anak dan Praktik Membungkus Obat Puyer”.
Kegiatan ini menghadirkan dua pakar di bidangnya, yakni Sofi Harbiana dan Rusdiah Aliani, S.Farm., Apt., yang merupakan apoteker rumah sakit sekaligus wali murid dari siswa bernama Alma dan Aziya. Kolaborasi ini bertujuan memperkenalkan dunia farmasi secara sederhana kepada anak-anak.
Pahami Prinsip: Anak Bukan “Dewasa Kecil”
Dalam sesi materi, narasumber menekankan bahwa penggunaan obat pada anak memerlukan ketelitian khusus. Hal ini dikarenakan organ tubuh anak masih dalam masa perkembangan, sehingga metabolisme mereka berbeda dengan orang dewasa.
Para siswa diperkenalkan pada prinsip 6 Tepat dalam pemberian obat:
- Tepat Pasien
- Tepat Obat
- Tepat Dosis
- Tepat Waktu
- Tepat Cara Pemberian
- Waspada Masa Kedaluwarsa
Selain itu, jargon DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang obat dengan benar) turut dikenalkan sebagai landasan literasi kesehatan dasar agar siswa bijak dalam mengelola obat di rumah.
Praktik Langsung Membuat Puyer
Puncak antusiasme siswa terjadi saat sesi simulasi. Mengenakan semangat bak apoteker profesional, para siswa diajak mengenal berbagai sediaan obat seperti sirup, tablet, kapsul, hingga obat tetes. Tidak hanya melihat, mereka mempraktikkan langsung proses pembuatan puyer, mulai dari:
- Menggerus tablet dengan mortar dan stamper.
- Membagi serbuk obat secara rata.
- Membungkus serbuk menggunakan kertas perkamen dengan teknik lipatan yang rapi.
”Saya sangat senang! Jadi tahu cara membuat obat puyer dan cara minum obat yang benar. Kegiatannya seru sekali,” ujar King Salman Fathul Islam, salah satu siswa kelas 2A dengan wajah berseri.
Sinergi Sekolah dan Orang Tua
Wali kelas 2A, Ustadzah Dinda, memberikan apresiasi tinggi atas program ini. Menurutnya, menghadirkan orang tua yang ahli di bidangnya memberikan warna baru dalam proses belajar mengajar. “Kegiatan ini sangat bermanfaat. Siswa tidak hanya belajar teori, tapi melihat langsung relevansi ilmu kesehatan di kehidupan nyata,” ungkapnya.
Di sisi lain, Sofi Harbiana selaku narasumber mengaku terkesan dengan respons para siswa. “Murid-murid kelas 2A sangat aktif dan cepat menangkap materi. Pengalaman ini juga membuat saya semakin menghargai profesi guru yang membutuhkan kesabaran luar biasa,” tuturnya.
Kegiatan ditutup dengan pembagian apresiasi bagi siswa yang aktif, menambah keceriaan di akhir sesi. Melalui program guest teacher ini, MI Muhammadiyah 25 Surabaya berharap dapat terus membangun sinergi holistik untuk mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan sadar akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini. (Islaha)




