Surabaya, wartapoint – Semangat kekeluargaan terpancar jelas dari wajah warga RT 06 RW 03 Dupak Bandarejo Gang 2 pada Sabtu malam (11/04). Bertempat di depan Pos RT setempat, sekitar 200 warga mulai dari anak-anak, pemuda Karang Taruna, hingga para sesepuh berkumpul dalam gelaran Halal Bi Halal yang mengusung tema kebersamaan dan penguatan sinergi antar warga.
Kemandirian dan Gotong Royong
Acara ini menjadi bukti nyata potret kemandirian warga perkampungan di Surabaya. Seluruh operasional kegiatan dikelola secara swadaya melalui iuran sukarela warga. Kedekatan antar-tetangga semakin terasa berkat sajian kuliner khas: bebek dan ayam goreng yang dimasak langsung secara gotong royong oleh ibu-ibu PKK.
Melengkapi suasana malam yang hangat, warga disuguhi minuman tradisional Wedang Uwuh yang menyehatkan serta kesegaran Es Kopyor, menambah keakraban di tengah obrolan santai warga.
Pesan Kerukunan dari Ketua RT
Acara dibuka dengan penuh energi oleh rekan-rekan Karang Taruna, menunjukkan peran aktif generasi muda dalam kegiatan sosial. Memasuki acara inti, Ketua RT 06, H. Sutikno, S.Sos, M.H, menyampaikan sambutan yang sarat akan pesan moral dan sosial.
Dalam arahannya, Sutikno menekankan tiga poin utama untuk menjaga stabilitas sosial di lingkungan RT 06, yakni;
- Fondasi Kerukunan: Menjadikan keharmonisan sebagai kunci utama kenyamanan hidup bertetangga.
- Budaya Tegur Sapa: Menghidupkan kembali tradisi menyapa saat berpapasan di gang untuk mempererat ikatan batin.
- Nilai Penghormatan: Mengajak warga “menolak lupa” dengan mengirimkan doa bagi para tokoh masyarakat dan warga yang telah berpulang.
“Kerukunan kita adalah kekuatan kita. Dengan saling tegur sapa dan mendoakan, ikatan kekeluargaan di RT 06 akan tetap kokoh,” tuturnya.
Puncak Acara dan Silaturahmi
Suasana berubah menjadi syahdu dan khidmat saat sesi doa bersama yang dipimpin oleh H. Satiman. Doa dipanjatkan dengan tulus untuk keberkahan kampung serta keselamatan seluruh keluarga besar warga RT 06.
Sebagai penutup, momen yang paling dinanti pun tiba. Seluruh warga berbaris rapi untuk saling berjabat tangan dan bermaaf-maafan. Senyum dan tawa yang pecah di penghujung acara menjadi simbol runtuhnya sekat-sekat kesibukan sehari-hari, digantikan dengan tali silaturahmi yang kembali erat.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi menjadi pemantik semangat kebersamaan yang terus terjaga di lingkungan Dupak Bandarejo. (yupan)




