Surabaya, wartapoint – Semangat literasi terpancar di MI Muhammadiyah 27 (Mimdatu) Surabaya. Bertepatan dengan kegiatan ekstrakurikuler jurnalistik pada Jumat (24/4/2026), dua jurnalis cilik sekolah tersebut melakukan wawancara khusus guna memperingati Hari Buku Sedunia.
Dalam sesi wawancara, Devya Hasna Dzakiya bertindak sebagai pewawancara untuk menggali pandangan dari rekannya, Aurora Aqilla Efendi, mengenai pentingnya buku bagi generasi muda saat ini.
Urgensi Merayakan Hari Buku
Menjawab pertanyaan Devya mengenai alasan pentingnya merayakan Hari Buku Sedunia, Aurora Aqilla menjelaskan bahwa momen ini adalah pengingat untuk terus memupuk kebiasaan positif sejak dini. Aurora memaparkan empat poin utama manfaat membaca, yakni:
- Melatih Budaya Sejak Dini: Membiasakan diri dengan literasi sebagai bagian dari gaya hidup.
- Berpikir Kritis: Mengembangkan kemampuan otak untuk menganalisis informasi dengan lebih baik.
- Memperluas Cakrawala: Membuka wawasan serta melatih empati terhadap dunia luar.
- Keterampilan Komunikasi: Meningkatkan kemampuan berbicara dan berinteraksi dengan orang lain.
Buku Sains dan Komik Jadi Favorit
Ketika ditanya mengenai minat baca pribadinya, Aurora mengenang bahwa kegemarannya membaca sudah tumbuh sejak kecil. Ia mengungkapkan bahwa buku sains dan komik bertema sains adalah bacaan favorit yang menemaninya tumbuh besar. Pilihan bacaan ini menunjukkan ketertarikan jurnalis cilik tersebut pada ilmu pengetahuan yang disajikan dengan cara yang menyenangkan.
Buku vs Game HP: Pentingnya Fokus
Di tengah gempuran tren permainan daring (game) di ponsel pintar, Aurora menegaskan bahwa membaca buku tetap memiliki keunggulan yang tidak bisa digantikan oleh gawai. Ia menekankan bahwa membaca sangat krusial untuk:
- Melatih Fokus dan Konsentrasi: Berbeda dengan stimulasi cepat dari game, buku melatih kesabaran dalam menyerap informasi.
- Memperkaya Struktur Berpikir: Membantu otak menyusun alur logika yang lebih tertata.
- Mengembangkan Empati: Memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang berbagai sisi kehidupan.
Kegiatan wawancara ini merupakan bagian dari praktik langsung di ekskul jurnalistik Mimdatu Surabaya. Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa tidak hanya mahir dalam teknik menulis berita, tetapi juga menjadi duta literasi bagi teman-teman sebaya mereka.





