Surabaya, wartapoint – Menjelang peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada tanggal 2 Mei, suasana berbeda tampak di lingkungan MI Muhammadiyah 28 Bangkingan Surabaya (MIM Dupan). Pada Kamis (30/4/2026), sepuluh jurnalis cilik madrasah tersebut menggelar aksi wawancara kreatif untuk merefleksikan makna pendidikan bagi generasi muda.
Dalam kegiatan rutin setiap hari Kamis ini, para siswa yang tergabung dalam ekstrakurikuler jurnalistik tersebut saling berbagi peran. Ada yang bertugas sebagai pewawancara, narasumber, fotografer, hingga videografer. Kesepuluh jurnalis cilik yang terlibat di antaranya adalah Nafeeza Riskya Almaherra, Mukhbita Ameera Lesha, Rania Almirah Husna, Safira Puteri Maharani, Humaira Azzahra, Inara Huriyah Orlin, Faranisa Safira Anggoro, Falenia Savitha Az Zahra, Keinarra Adena Razky, dan Hanifa Syakila Farzana.
Cita-Cita dan Inspirasi Guru
Dalam sesi tanya jawab, terungkap beragam aspirasi mulia. Salah satu jurnalis cilik mengungkapkan impiannya untuk menjadi penulis buku atau wartawan. Baginya, pelajaran Bahasa Indonesia menjadi fondasi utama dalam merangkai pesan agar dapat tersampaikan kepada khalayak luas.
Inspirasi belajar para siswa ini pun tak lepas dari peran tenaga pendidik di sekolah. Nama Ustadz Rizki disebut sebagai salah satu sosok inspiratif. Kesabaran dan metode mengajar yang seru dinilai mampu mengubah materi sulit menjadi mudah dipahami, sehingga memotivasi siswa untuk terus menuntut ilmu setinggi mungkin.
Belajar Tanpa Batas Ruang Kelas
Menariknya, para jurnalis cilik ini sepakat bahwa proses belajar tidak hanya terbatas di dalam ruang kelas. Melalui kegiatan ekstrakurikuler Jurnalistik, mereka mengaku mendapatkan keterampilan praktis yang tidak ditemukan dalam buku teks, seperti keberanian berkomunikasi dengan orang baru, teknik fotografi, hingga seni mendengarkan.
Pengalaman berharga juga sempat dirasakan saat mereka melakukan kunjungan ke studio TVMu Jatim 1 Surabaya beberapa hari yang lalu. Kunjungan tersebut merupakan langkah nyata sekolah dalam memfasilitasi minat dan bakat siswa di bidang media, sekaligus mengasah rasa percaya diri untuk tampil di depan publik maupun kamera.
Harapan di Momen Hardiknas
Menutup rangkaian kegiatan, para siswa menggantungkan harapan besar bagi sekolah mereka, MIM Dupan. Mereka berharap sekolah terus maju dengan fasilitas yang semakin lengkap, seperti koleksi buku perpustakaan yang lebih beragam, guna mendukung prestasi siswa.
Sebuah pesan penyemangat pun turut digaungkan untuk teman-teman sejawat yang mungkin sedang kehilangan motivasi belajar. “Jangan menyerah hari ini, karena ilmu yang kita pelajari sekarang adalah kunci untuk membuka pintu masa depan yang indah. Ayo semangat belajar!” pungkas salah satu jurnalis cilik dengan penuh semangat.
Kegiatan ini membuktikan bahwa pendidikan di MI Muhammadiyah 28 Bangkingan Surabaya tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga membangun karakter dan keterampilan literasi siswa sejak dini. (yupan)





