Transformasi Karakter di An-Nur Camp 2026: Cara Siswa SD Muhammadiyah 2 Surabaya Merasakan “Nyantri” yang Menyenangkan

Must read

- Advertisement -

Sidoarjo, wartapoint – Suasana khidmat bercampur ceria menyelimuti kompleks Pondok Pesantren Muhammadiyah An-Nur, Sidoarjo, selama empat hari terakhir. Sebanyak 10 siswa terpilih dari Ma’had Anak Shaleh SD Muhammadiyah 2 Surabaya sukses menuntaskan program Rihlah Tarbawiyah: An-Nur Camp 2026 yang berlangsung sejak Senin hingga Kamis (27–30 April 2026).

​Mengusung tema “Menanamkan Adab, Mengasah Bahasa, dan Memperteguh Jiwa Mandiri”, kegiatan ini dirancang sebagai bentuk experiential learning. Para siswa diajak keluar dari zona nyaman rumah untuk merasakan langsung dinamika kehidupan pesantren demi memupuk kedisiplinan dan kemandirian.

Membangun Ketangguhan Mental Sejak Dini

​Kepala SD Muhammadiyah 2 Surabaya, Ustadz M. Agus Zaki Fanani, menegaskan bahwa pendidikan karakter yang komprehensif tidak cukup hanya dilakukan di dalam bangku sekolah.

“Melalui An-Nur Camp ini, kami ingin anak-anak tumbuh menjadi generasi yang Qurani dan mandiri. Mereka belajar beradaptasi dengan aturan, lingkungan, dan teman baru. Ini adalah bekal berharga untuk membentuk ketangguhan mental mereka di masa depan,” ungkapnya.

Kurikulum Intensif: Antara Spiritual dan Kecakapan Hidup

​Di bawah bimbingan kolaboratif antara ustadz dari sekolah dan pesantren, para peserta menjalani rutinitas padat namun tetap menyenangkan. Aspek spiritual diperkuat melalui Qiyamul Lail setiap sepertiga malam, sementara aspek intelektual diasah lewat materi bahasa Arab seperti Muhadatsah (percakapan) dan Mahfudzat (kata mutiara).

Ustadz Thou’an Mubarok, selaku Ketua Pelaksana, menjelaskan bahwa konsep kegiatan ini menitikberatkan pada praktik langsung (life skills). Siswa diajarkan tanggung jawab pribadi mulai dari mencuci baju sendiri, menjaga kebersihan asrama melalui ‘Operasi Semut’, hingga melatih kepercayaan diri lewat latihan pidato (Muhadharah).

​”Kami ingin mereka melihat bahwa pesantren itu seru dan penuh berkah. Alhamdulillah, antusiasme anak-anak sangat luar biasa, mulai dari sesi outdoor games hingga malam inagurasi,” tambah Ustadz Thou’an.

Kesan Peserta: Dari Canggung Menjadi Bangga

​Meski sempat diliputi rasa canggung karena jauh dari orang tua, para peserta justru menemukan keseruan baru. Alvaro, siswa kelas 5, mengaku bangga bisa menyelesaikan seluruh tantangan.

“Awalnya kaget harus bangun pagi sekali dan cuci baju sendiri. Tapi lama-lama asyik karena banyak teman. Paling seru saat jelajah alam dan pentas seni,” ujarnya penuh semangat.

​Keceriaan serupa dialami oleh Adarra, peserta dari kelas 3. “Ternyata tinggal di pesantren itu seru! Aku belajar banyak kosakata bahasa Arab baru. Makan bareng teman-teman itu rasanya lebih nikmat,” tuturnya polos.

Sinergi untuk Masa Depan

​Keberhasilan An-Nur Camp 2026 merupakan buah manis dari sinergi antara SD Muhammadiyah 2 Surabaya, Pondok Pesantren An-Nur Sidoarjo, serta dukungan penuh dari para orang tua siswa.

​Kegiatan ditutup pada Kamis siang (30/4/2026) dengan sesi refleksi dan pemberian apresiasi bagi peserta terbaik. Melalui program ini, diharapkan nilai-nilai adab dan kemandirian yang telah dipelajari dapat terus dipraktikkan para siswa dalam kehidupan sehari-hari di rumah. (Indira)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article