
Surabaya, wartapoint – Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, dunia pendidikan Indonesia mendapat kado istimewa. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., secara resmi meluncurkan tiga buku seri “Penguatan Pendidikan Karakter” karya tokoh pendidikan nasional, Najib Sulhan, pada Sabtu (1/05/2026).
Acara peluncuran dan penyerahan buku ini dihadiri oleh jajaran tokoh penting, di antaranya Ketua Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah Didik Suhardi, Ph.D., Walikota Surabaya Dr. Eri Cahyadi, serta Ketua PDM Kota Surabaya Dr. M. Ridhwan.
Rekam Jejak Panjang di Dunia Pendidikan
Najib Sulhan, yang kini menjabat sebagai Head of Alazka Training Center (ATC) Al-Azhar Kelapa Gading Surabaya, bukanlah sosok baru dalam diskursus karakter bangsa. Dedikasinya melintasi berbagai era kepemimpinan:
- Era Bambang Sudibyo: Menyampaikan konsep awal pendidikan karakter.
- Era M. Nuh: Bukunya menjadi rujukan nasional.
- Era Muhadjir Effendy: Dipercaya sebagai Fasilitator Pendidikan Karakter Kemendikbud.
Sebelum peluncuran resmi, buku-buku tersebut juga telah diserahkan kepada Ketua PWM Jawa Timur sekaligus Deputi Menko PMK, Prof. Dr. dr. Sukadiono, serta Ketua PP Muhammadiyah sekaligus Penasihat Presiden, Prof. Dr. Muhadjir Effendy.
Trilogi Karakter: Dari Akidah hingga Implementasi Praktis
Ketiga buku yang ditulis secara berkelanjutan ini menawarkan peta jalan pembentukan karakter yang komprehensif:
- “Jejak-Jejak Berpijak”: Berfokus pada fondasi spiritual (akidah), bakti kepada orang tua, dan kejujuran. Buku ini mengupas strategi mengantisipasi “tiga dosa besar” (syirik, durhaka, dan bohong) sebagaimana pesan Rasulullah SAW.
- “Berpijak Pada Jalan Bijak”: Menekankan pada aspek kedisiplinan ibadah (shalat), upaya menghindari kesombongan, dan etika komunikasi antar sesama.
- “Panduan Praktis: Implementasi Pendidikan Karakter”: Sebuah buku panduan operasional bagi sekolah untuk menyusun budaya positif, pembiasaan kalimat thoyyibah, hingga standar komunikasi yang baku.
Apresiasi Para Tokoh
Dukungan mengalir deras bagi karya Najib Sulhan ini. Prof. Muhadjir Effendy melalui unggahannya menyebut buku ini sebagai referensi yang sangat berguna dan relevan sejak masa kepemimpinannya di Kemendikbud.
Senada dengan itu, Prof. Sukadiono memberikan apresiasi tinggi. “Alhamdulillah, buku ini sangat inspiratif. Tulisan ini akan memberikan kemanfaatan yang luas bagi umat dan bangsa,” ungkapnya.
Dari kalangan praktisi, Kepala Sekolah SDMM, Athiq Faisol, turut menyatakan bahwa karya-karya Najib Sulhan selalu menjadi sumber inspirasi bagi para pendidik di lapangan dalam mengawal moral generasi muda. (yupan)





