Refleksi Milad: Dikky Syadqomullah Ajak Pemuda Muhammadiyah Jadi Cahaya dan Penjaga Martabat Bangsa

Must read

- Advertisement -

Momentum Milad Pemuda Muhammadiyah menjadi titik balik refleksi mendalam bagi seluruh kader di tanah air. Mantan Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Jawa Timur periode 2018-2022, Dikky Syadqomullah, menekankan bahwa identitas pemuda bukan sekadar angka usia, melainkan nyala jiwa yang teguh berpijak pada Al-Qur’an dan Sunnah.

​Dalam refleksinya yang bertajuk “Pemuda untuk Bangsa”, Dikky menyoroti pentingnya integrasi antara intelektualitas (ilmu) dan moralitas (akhlaq) sebagai fondasi utama perjuangan jihad fi sabilillah di era modern.

Pilar Ilmu dan Akhlaq di Tengah Godaan Zaman

​Dikky mengingatkan bahwa tantangan pemuda saat ini bukan lagi sekadar retorika, melainkan kemampuan menjaga integritas di tengah dunia yang penuh dengan distraksi dan dusta.

​”Bangsa ini tidak dibangun oleh amarah, melainkan oleh akhlak yang kokoh, kerja nyata, dan arah perjuangan yang jelas. Pemuda harus hadir membawa cahaya nyata, bukan sekadar kuat dalam kata-kata,” tegasnya.

​Ia mengajak para kader untuk melapangkan hati dalam menuntut ilmu, sehingga ilmu tersebut tidak hanya menjadi hiasan kognitif, tetapi menjadi “pelita yang ikhlas” dalam mengabdi kepada masyarakat.

Menanam Mimpi, Menjaga Persatuan

​Sebagai sosok yang pernah menakhodai PWPM Jatim, Dikky melihat pemuda sebagai pemegang mandat masa depan. Di pundak pemudalah mimpi-mimpi besar bangsa Indonesia disemai untuk mewujudkan tatanan yang damai dan permai.

​Ada empat poin utama yang ditekankan dalam refleksi kali ini:

  1. Keteguhan Prinsip: Menjadikan Al-Qur’an dan Sunnah sebagai pedoman hidup yang tak tergoyahkan.
  2. Keberanian Moral: Berani berdiri tegak demi kebenaran meskipun arus dunia berkata sebaliknya.
  3. Penjaga Persatuan: Menjadi perekat sosial yang setia menjaga keutuhan bangsa.
  4. Optimisme Bergerak: Meyakini bahwa setiap pergerakan hari ini adalah kunci tegaknya kedaulatan bangsa di masa depan.

Fastabiqul Khairat: Selalu Siap, Selalu Gembira

​Menutup refleksinya, Dikky memberikan pesan penyemangat bagi seluruh kader Pemuda Muhammadiyah untuk terus menghidupkan etos Fastabiqul Khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan).

​”Selamat Milad Pemuda Muhammadiyah. Mari kita hadapi masa depan dengan sikap siap sedia dan hati yang bergembira. Jika hari ini kita bergerak dengan martabat yang terjaga, esok Indonesia pasti akan jaya,” pungkasnya.

​Semangat ini diharapkan menjadi pemantik bagi seluruh pemuda untuk tidak hanya menjadi penonton sejarah, tetapi menjadi aktor utama yang membawa Indonesia menuju kejayaan.

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article