FKPT Jatim dan BNPT RI Ajak Masyarakat Jaga Generasi Muda dari Radikalisme Digital

Must read

- Advertisement -

Surabaya, wartapoint – Pesatnya perkembangan teknologi informasi di era digital membawa tantangan baru bagi ketahanan ideologi bangsa, terutama di kalangan generasi muda. Mudahnya akses informasi melalui media sosial kini menjadi pintu masuk penyebaran narasi radikal yang perlu diwaspadai oleh seluruh elemen masyarakat.

​Persoalan serius ini mengemuka dalam diskusi strategis yang digelar Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Timur bersama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI pada Kamis (14/5/2026). Diskusi ini menyoroti fenomena “Generasi Muda di Persimpangan Radikalisme Digital” yang kini kian kompleks.

Pentingnya Pendampingan Aktivitas Digital

Ketua FKPT Jawa Timur, Prof. Dr. Hj. Husniyatus Salamah Zainiyati, M.Ag., menegaskan bahwa paparan paham radikal pada anak muda harus menjadi alarm bagi semua pihak. Kehadiran orang tua, lembaga pendidikan, hingga tokoh agama sangat krusial untuk memberikan penguatan nilai-nilai kebangsaan dan moderasi.

​“Perkembangan media sosial hari ini sangat cepat. Karena itu seluruh elemen masyarakat harus bersama-sama hadir memberikan penguatan nilai kebangsaan, toleransi, dan moderasi,” ujar Prof. Husniyatus.

​Senada dengan hal tersebut, Bendahara FKPT Jatim sekaligus Guru Besar UNESA, Prof. Dr. Mutimmatul Faidah, M.Ag., menyoroti peran dunia pendidikan. Menurutnya, sekolah dan perguruan tinggi harus mampu bertransformasi menjadi ruang penguatan karakter dan literasi digital, bukan sekadar tempat transfer ilmu pengetahuan.

Kolaborasi dan Literasi Digital

Sementara itu, Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat BNPT RI, Kolonel (Sus) Dr. Harianto, M.Pd., menekankan bahwa pencegahan radikalisme tidak bisa dilakukan secara parsial. Ia mengajak FKPT Jatim untuk terus membangun sinergi lintas sektor guna memastikan ruang digital tidak disalahgunakan untuk menyebarkan paham yang bertentangan dengan nilai kebangsaan.

​Di sisi lain, Kabid Pengkajian dan Penelitian FKPT Jawa Timur, Muchamad Arifin, memaparkan temuan lapangan yang cukup mengkhawatirkan. Data menunjukkan bahwa media sosial merupakan faktor terbesar dalam penyebaran paham radikal di kalangan anak muda.

​“Banyak generasi muda yang awalnya hanya mengakses konten biasa, namun perlahan masuk pada narasi yang mengarah pada intoleransi melalui media sosial. Karena itu literasi digital dan pemahaman agama yang moderat menjadi sangat penting,” ungkap Arifin.

Refleksi Mendalam dalam Suasana Akrab

Meski membahas isu yang berat, diskusi yang berlangsung selama dua setengah jam tersebut dikemas dalam suasana hangat dan kekeluargaan. Para pakar yang hadir, termasuk Kabid Perempuan dan Anak Dra. Faridatul Hanum, M.KomI., berupaya menghadirkan refleksi mendalam bagi audiens.

​Melalui kegiatan ini, FKPT Jawa Timur dan BNPT RI berharap munculnya kesadaran kolektif bahwa melindungi generasi muda di era digital adalah tanggung jawab bersama. Hal ini menjadi kunci utama demi mewujudkan kehidupan bermasyarakat yang damai, toleran, dan harmonis di masa depan. (yupan)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article