Menempa Karakter di Kaki Gunung, Upaya Membentuk Pandu Muhammadiyah yang Beradab

Must read

- Advertisement -

Mojokerto, wartapoint – Di tengah gempuran digitalisasi yang kian kencang, pendidikan karakter melalui kegiatan alam terbuka tetap menjadi instrumen vital dalam membentuk mentalitas generasi muda. Hal inilah yang mendasari SMP Muhammadiyah 15 Boarding School Surabaya saat menggelar Perkemahan Dakwah Hizbul Wathan bertajuk “Obis Camp” di kawasan Trawas, Mojokerto, Jumat (15/5/2026).

​Kegiatan yang berlangsung hingga Sabtu esok ini tidak sekadar menjadi ajang rekreasi, melainkan sebuah laboratorium lapangan untuk menanamkan jiwa kepemimpinan dan kedisiplinan kepada para siswa.

Kemandirian dan Literasi Digital

​Di bawah udara sejuk Trawas, para peserta menjalani serangkaian agenda yang dirancang untuk mengasah aspek kognitif dan motorik. Materi tradisional kepanduan seperti Peraturan Baris Berbaris (PBB), teknik pionering, hingga sandi semaphore menjadi menu utama untuk melatih ketangkasan.

​Namun, ada yang berbeda dalam perkemahan kali ini. Para siswa juga diajak kembali ke dasar dengan praktik memasak berbahan umbi-umbian—sebuah upaya melatih kemandirian dan kreativitas pangan. Tak hanya itu, di sela-sela kegiatan fisik, para peserta dibekali materi literasi digital mengenai cara bijak bermedia sosial.

​”Kami ingin mereka tidak hanya tangguh di lapangan, tetapi juga cerdas dan bertanggung jawab saat berinteraksi di ruang siber,” ujar salah satu panitia di sela kegiatan.

Internalisasi Nilai Akhlak

​Tema yang diusung, “HW Berakhlak, Pandu Beradab”, menjadi kompas moral selama perkemahan. Wakil Kepala SMP Muhammadiyah 15 Boarding School Surabaya, Wasilatul Azizah, menekankan bahwa Obis Camp adalah medium untuk menerjemahkan nilai-nilai teologis menjadi perilaku praktis.

​”Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan semangat kepada anak-anak untuk menjadi pribadi yang disiplin dan kompak. Kami berharap siswa mampu menjadi generasi yang santun, berakhlakul karimah, serta mampu membawa nilai kebaikan di masyarakat,” ungkap Wasilatul.

​Menurutnya, gerakan Hizbul Wathan memiliki peran strategis dalam membentuk kader Muhammadiyah yang siap menghadapi tantangan masa depan dengan fondasi moral yang kuat.

Mempererat Ukhuwah

​Sejak tenda didirikan, suasana kebersamaan begitu kental terasa. Interaksi antar-siswa yang biasanya terbatas di ruang kelas kini mencair dalam kerja sama tim saat menyelesaikan tantangan di alam terbuka. Perkemahan ini menjadi momentum penting untuk mempererat ukhuwah dan persaudaraan antarsiswa.

​Kombinasi antara disiplin semi-militer khas kepanduan dengan pendekatan persuasif dakwah diharapkan mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas pribadi. Dengan berakhirnya Obis Camp nanti, para siswa diharapkan pulang membawa karakter kepemimpinan yang akan mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

​(Didik Hermawan)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article