Gresik, wartapoint – Harapan M. Aiman untuk menata masa depan yang lebih cerah sempat meredup selama tiga tahun terakhir. Lulus dari bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) pada tahun 2023, ia harus mengubur mimpinya mencari pekerjaan layak lantaran ijazah miliknya tertahan di sekolah akibat tunggakan biaya administrasi.
Namun, mendung itu akhirnya singkap. Melalui Program Bantuan Pendidikan Dhuafa (BPD), Lembaga Amil Zakat Nurul Hayat hadir memberikan solusi nyata. Pada Jumat (15/5/2026), ijazah yang selama ini menjadi penghalang langkah Aiman akhirnya berhasil ditebus dan diserahkan langsung kepadanya.
Belenggu Ekonomi dan Administrasi
Kisah Aiman mencerminkan realitas pahit yang masih dihadapi sebagian masyarakat kelas bawah. Keterbatasan ekonomi keluarga membuat kewajiban administrasi sekolah tak kunjung terselesaikan hingga ia lulus. Dampaknya sistemik; tanpa selembar ijazah asli, Aiman kerap menemui jalan buntu saat mencoba peruntungan di dunia kerja.
”Selama tiga tahun ini, saya kesulitan melamar pekerjaan karena ijazah adalah syarat administrasi utama. Hari ini saya sangat bersyukur, beban itu akhirnya terangkat,” ujar Aiman.
Komitmen Memutus Rantai Kemiskinan
Tim Nurul Hayat yang bergerak di lapangan menyadari bahwa persoalan ijazah tertahan bukan sekadar masalah kertas, melainkan masalah pemutusan akses terhadap kesejahteraan. Melalui skema pendampingan BPD, lembaga ini melakukan verifikasi dan melunasi kewajiban administrasi yang menghambat hak pendidikan Aiman.
Pihak Nurul Hayat menegaskan bahwa program ini merupakan amanah dari para donatur yang peduli terhadap nasib pendidikan anak-anak dhuafa.
“Program BPD hadir untuk memastikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak boleh menjadi tembok penghalang bagi anak-anak bangsa dalam memperoleh hak pendidikan dan masa depan mereka,” tulis Harto, perwakilan Nurul Hayat, dalam keterangannya.
Harapan Baru bagi Masa Depan
Kini, dengan ijazah di tangan, Aiman mengaku lebih percaya diri untuk mengikuti berbagai proses rekrutmen kerja. Dokumen tersebut bukan sekadar bukti kelulusan, melainkan kunci pembuka gerbang peluang yang selama tiga tahun ini terkunci rapat.
Lembaga Nurul Hayat juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada para donatur. Sinergi antara kepedulian publik dan manajemen zakat yang tepat sasaran terbukti mampu memberikan dampak instan bagi kehidupan seseorang.
Ke depan, program serupa akan terus digalakkan secara rutin sebagai bentuk komitmen dalam pendampingan pendidikan. Harapannya, tidak ada lagi “Aiman-Aiman” lain yang harus menunda cita-citanya hanya karena persoalan biaya administrasi yang tertinggal di masa lalu.






