Ratusan Siswa Ikuti Wisuda Tahfidz Surabaya, SD Musix Tampilkan Generasi Penghafal Al-Qur’an Sejak Dini

Must read

- Advertisement -

Surabaya, wartapoint – Sebanyak hampir 400 siswa dari 28 Sekolah Dasar Muhammadiyah se-Kota Surabaya mengikuti kegiatan Wisuda Tahfidzul Qur’an ke-4 yang diselenggarakan oleh K3S SD/MI Muhammadiyah di SMAMDA Tower Pucang, Sabtu (16/5/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mengapresiasi capaian hafalan Al-Qur’an para siswa, sekaligus mendorong semangat generasi muda untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an.

Para peserta tampil seragam mengenakan busana putih, dilengkapi slayer merah sebagai simbol semangat dan kesungguhan dalam menuntut ilmu agama.

Salah satu sekolah yang turut ambil bagian adalah SD Muhammadiyah 6 Gadung Surabaya (SD Musix) yang mengirimkan 10 siswa terbaik. Mereka berasal dari berbagai jenjang kelas dengan capaian hafalan mulai dari juz 30 hingga beberapa juz lainnya.

Koordinator guru Al-Qur’an SD Musix, Faridlatul Khasanah, menjelaskan bahwa seluruh peserta telah melalui tahapan munaqosyah di sekolah sebagai syarat mengikuti wisuda.

“Anak-anak yang diwisuda hari ini merupakan siswa yang telah menunjukkan komitmen dalam menjaga hafalan Al-Qur’an. Ini menjadi langkah awal untuk terus meningkatkan kualitas hafalan mereka,” ujarnya.

Selain menjadi ajang apresiasi, kegiatan ini juga memberikan dampak emosional bagi para orang tua.

Ferina Martha Zulaikha, orang tua dari dua peserta, mengaku sangat terharu mengikuti prosesi wisuda tersebut.

“Acaranya sangat berkesan dan memotivasi saya sebagai orang tua untuk terus mendampingi anak dalam menjaga hafalan Al-Qur’an. Saya bahkan tidak bisa menahan air mata,” tuturnya.

Ia mengaku tak kuasa membendung air mata kebahagiaan selama acara berlangsung.
“Saya tidak berhenti menangis, Ustadz… karena memang tidak semua orang tua memiliki visi yang sama dalam membersamai anak mencintai Al-Qur’an,” ungkapnya penuh haru.

Sementara itu, Ika May Puspitasari, wali murid lainnya, menyampaikan bahwa anaknya merasa bahagia bisa berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

“Anak saya sangat senang karena bisa tampil dan bertemu banyak teman dari sekolah lain. Ini pengalaman yang sangat berharga,” ungkapnya.
Namun demikian, secara konstruktif ia memberikan masukan kepada panitia terkait koordinasi kegiatan.

“Jika boleh memberi masukan, kesiapan panitia masih perlu ditingkatkan, terutama koordinasi sejak masa gladi bersih agar acara lebih sempurna,” tambahnya.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan berkelanjutan dalam membentuk generasi Qur’ani di lingkungan pendidikan Muhammadiyah.

(Basirun)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article