Perjalanan 4 Armada Truk Bantuan LAZISMU Jatim ke Flores NTT Berjalan Lancar

Must read

- Advertisement -

Surabaya, wartapoint — Pengiriman bantuan logistik untuk penyintas gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dilakukan oleh Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Sedekah Muhammadiyah (LAZISMU) Jawa Timur berjalan aman dan tanpa kendala berarti. Sebanyak empat armada truk dikerahkan menempuh jalur darat dan penyeberangan laut melintasi tiga pulau menggunakan kapal feri ASDP.

​Untuk mengawal keberangkatan serta memastikan bantuan tiba tepat sasaran, dua amil LAZISMU Jatim diterbangkan langsung menuju Labuan Bajo. Kedua utusan tersebut adalah Achmad Saifu (Wakil Ketua LAZISMU Jatim Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan) serta Aditio Yudono (Penanggung Jawab Logistik Tim Relawan Muhammadiyah Jatim).

Progres Perjalanan Logistik

​Wakil Ketua LAZISMU Jatim, Achmad Saifu, mengonfirmasi pergerakan seluruh armada yang diberangkatkan sejak 16 September 2026 tersebut.

​”Pada Selasa sore (22/9), satu armada truk jenis Colt Diesel sudah menyeberang dari Pelabuhan Sape, Sumbawa, NTB menuju Labuan Bajo dan segera mendarat. Sementara itu, tiga armada truk Fuso bermuatan berat masih menempuh perjalanan darat di Pulau Sumbawa dan diperkirakan mendarat di Labuan Bajo pada Rabu malam (23/9),” ujar Achmad Saifu saat transit di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar.

​Rangkaian logistik pada pengiriman tahap ketiga ini membawa aneka kebutuhan mendesak bagi para korban, antara lain:

  • Kebutuhan Pangan & Air: Ribuan dus air minum, ratusan dus mi instan (dukungan PT Hesheng Plastic Industrial), aneka sembako, serta ribuan kaleng RendangMu (produk Qurban Kemasan LAZISMU Jatim).
  • Perlengkapan Darurat & Hunian: Ribuan terpal, tangki toren air, kasur, family kit, Pampers, obat-obatan ringan, serta perlengkapan ibadah.
  • Dukungan Psikososial: Ratusan boneka untuk anak-anak penyintas dari mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura).

Penghimpunan Donasi dan Jadwal Distribusi

​Penanggung Jawab Logistik Tim Relawan Muhammadiyah Jatim, Aditio Yudono, menjelaskan bahwa akumulasi bantuan ini merupakan sinergi dari berbagai elemen masyarakat di Jawa Timur.

​”Bantuan berasal dari perusahaan, perorangan, komunitas, lembaga pendidikan, Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), LAZISMU Pusat, perolehan 38 kantor LAZISMU Daerah se-Jawa Timur, hingga beberapa perguruan tinggi Muhammadiyah,” jelas Aditio.

​Nilai logistik pada pengiriman tahap ketiga ini mencapai Rp1 miliar, menambah total penghimpunan dana bantuan gempa NTT se-Jawa Timur yang telah menembus angka Rp5 miliar. Pihaknya merencanakan distribusi langsung ke tangan penyintas dimulai pada Kamis (24/9).

Pendampingan Berkelanjutan hingga Masa Rekonstruksi

​Saat ini lokasi terdampak masih berada dalam masa tanggap darurat dan sesekali diguncang gempa susulan berskala ringan. Mengingat warga masih membutuhkan penguatan fisik maupun mental, relawan Muhammadiyah terus disiagakan secara bergelombang.

Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Jatim telah melakukan penyegaran (rolling) personel untuk tim relawan kedua. Aditio menegaskan komitmen Muhammadiyah dalam memberikan penanganan bencana yang berkelanjutan.

​”Muhammadiyah tidak hanya datang sepekan lalu pulang. Kami memiliki napas panjang hingga masa rehabilitasi dan rekonstruksi, dengan perkiraan waktu pendampingan sedikitnya 3 hingga 4 bulan untuk membantu pemerintah menangani dampak bencana,” pungkas Aditio. (yupan)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article