Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster
Monday, June 1, 2026
Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster

Gandeng BRIN, Terminal Teluk Lamong Luncurkan Green House “Titik Hijau” untuk Konservasi Tanaman Langka

Must read

Surabaya, wartapoint – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) secara resmi meluncurkan Green House “Titik Hijau” di kawasan operasional pelabuhan Surabaya, Selasa (19/5/2026). Langkah ini menandai dimulainya kerja sama strategis antara anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) tersebut dengan Pusat Riset Ekologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

​Peluncuran ini juga digelar sebagai bagian dari menyambut Hari Keanekaragaman Hayati Internasional yang diperingati setiap tanggal 22 Mei.

​Melalui kolaborasi ini, BRIN—melalui Kebun Raya Purwodadi—menyerahkan bibit tanaman langka Pala Jawa (Myristica teysmannii). Spesies pohon endemik Pulau Jawa tersebut saat ini berstatus genting (endangered), sehingga kehadirannya di area pelabuhan diharapkan mampu memberikan nilai tambah yang signifikan bagi konservasi keanekaragaman hayati nasional.

​Transformasi Pelabuhan yang Berwawasan Lingkungan

Green House “Titik Hijau” dirancang bukan sekadar sebagai area estetika, melainkan pusat pengembangan vegetasi yang terintegrasi. Di dalam fasilitas ini, dikembangkan berbagai jenis tanaman, mulai dari sayuran hidroponik, buah-buahan, tanaman peneduh, tanaman penyerap polusi, hingga tanaman koleksi konservasi.

​Direktur Operasi PT Terminal Teluk Lamong, Muhammad Syukur, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan wujud nyata dari komitmen perusahaan dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

​”Peresmian Green House Titik Hijau ini merupakan wujud nyata komitmen PT Terminal Teluk Lamong dalam mendukung pelestarian lingkungan hidup dan peningkatan keanekaragaman hayati. Melalui kolaborasi bersama BRIN, kami berharap kawasan ruang terbuka hijau perusahaan dapat menjadi ekosistem yang lebih produktif, edukatif, dan berkelanjutan,” ujar Syukur dalam sambutannya saat meresmikan fasilitas tersebut.

​Syukur menambahkan, kehadiran fasilitas ini membuktikan bahwa operasional pelabuhan yang modern dan efisien tetap dapat berjalan selaras dengan upaya pelestarian lingkungan yang agresif. Pengayaan diversitas tumbuhan berbasis ekologi ini sendiri diinisiasi oleh tim ESG PT Terminal Teluk Lamong bersama para tenaga kerja lokal yang bertanggung jawab langsung atas pengelolaan vegetasi di area perusahaan.

​Mendorong “Kebun Raya Kecil” di Kawasan Industri

​Langkah progresif PT Terminal Teluk Lamong mendapat apresiasi tinggi dari otoritas riset nasional. Perwakilan Tim Peneliti Kebun Raya Purwodadi BRIN, Sugeng Budiharta, berharap langkah ini bisa menjadi pemantik bagi pelaku industri dan pelabuhan lain di Indonesia.

​Menurut Sugeng, keterlibatan sektor industri dalam menjaga keanekaragaman hayati sangat krusial di tengah ancaman krisis iklim saat ini.

​”Dengan bertambahnya para pihak yang memiliki perhatian terhadap konservasi keanekaragaman hayati, kami berharap kebun raya kecil dapat dihadirkan di area kawasan industri dan pelabuhan. Karena semakin banyak jumlah dan jenis tumbuhan yang ditanam, maka akan semakin besar peluang untuk memberikan manfaat bagi alam semesta,” ungkap Sugeng.

​Komitmen Jangka Panjang dan Aksi Iklim

​Kerja sama antara PT Terminal Teluk Lamong dan BRIN tidak berhenti pada seremoni penyerahan bibit. Ke depan, kedua belah pihak telah menyusun cetak biru (blueprint) program berkelanjutan yang mencakup:

  • Pengayaan Tumbuhan: Multiplikasi varietas tanaman endemik dan fungsional di wilayah pelabuhan.
  • Edukasi Lingkungan: Membangun kesadaran ekologis bagi internal karyawan maupun masyarakat sekitar.
  • Perhitungan Karbon Stok (Carbon Stock Evaluation): Mengukur secara saintifik kapasitas penyerapan karbon dari ruang terbuka hijau pelabuhan.
  • Pendampingan Teknis: Transformasi tata kelola ruang terbuka hijau yang berorientasi jangka panjang pada konservasi.

​Aksi nyata ini menegaskan komitmen kuat PT Terminal Teluk Lamong dalam mendukung implementasi ESG, khususnya pada aspek pelestarian ekosistem daratan (SDGs Poin 15) dan penanganan perubahan iklim (SDGs Poin 13). Sinergi antara dunia kepelabuhanan dan lembaga riset ini diharapkan mampu menjadi standar baru bagi operasional pelabuhan berkelanjutan (Green Port) di Indonesia. (Armand)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article