Surabaya, wartapoint – Kabar duka menyelimuti keluarga besar Sekolah Tahfidz Berkemajuan SD Muhammadiyah 29 Surabaya (SD Mudalan). Salah satu siswi terbaik sekaligus anggota Jurnalis Cilik kesayangan, Cinta Raisa Adiba Klein, siswi kelas 4 Al-Insyirah, telah berpulang ke rahmatullah pada Kamis (28/5/2026).
Kepergian Cinta meninggalkan kesedihan yang mendalam, tidak hanya bagi keluarga, guru, dan teman-temannya, tetapi juga bagi pembina Jurnalis Cilik SD Mudalan yang selama ini mendampingi tumbuh kembang bakatnya.
Sosok Bersemangat dan Penuh Keceriaan
Pembina Jurnalis Cilik SD Mudalan, Ustadz Yudha, mengungkapkan rasa kehilangan yang luar biasa atas berpulangnya Cinta. Di matanya, Cinta bukan sekadar anak didik, melainkan sosok jurnalis cilik yang memiliki dedikasi dan daya juang yang tinggi di usianya yang masih sangat muda.
“Kami benar-benar kehilangan sosok murid kesayangan yang luar biasa. Cinta adalah anak yang selalu ceria, membawa energi positif di mana pun dia berada, dan memiliki semangat yang tidak pernah padam,” kenang Ustadz Yudha, Kamis (28/5/2026).

Pantang Menyerah dalam Setiap Tugas Wawancara
Ustadz Yudha juga menceritakan bagaimana gigihnya Cinta setiap kali menerima penugasan jurnalistik. Baginya, mental pantang menyerah Cinta adalah teladan bagi teman-teman sebayanya.
- Penuh Inisiatif: Setiap kali diberikan tugas wawancara oleh pembina, Cinta selalu menyambutnya dengan antusiasme tinggi.
- Daya Juang Tinggi: Ia tidak pernah mengeluh dan selalu berusaha keras dengan segala kemampuannya agar bisa menyelesaikan setiap wawancara dengan baik.
- Karakter Unggul: Keceriaannya di lapangan saat memegang gadget untuk menggali informasi yang diperlukan selalu menjadi warna tersendiri bagi media sekolah.
Doa Terbaik untuk “Jurnalis Cilik” Surga
Keluarga besar SD Muhammadiyah 29 Surabaya mendoakan agar ananda Cinta Raisa Adiba Klein mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan yang luas.
“Selamat jalan, Cinta. Terima kasih telah menginspirasi kami semua dengan senyuman, keceriaan, dan semangat pantang menyerahmu. Tugas wawancaramu di dunia telah usai,”.





