Surabaya, wartapoint – Momentum Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang diperingati setiap tanggal 20 Mei menjadi inspirasi tersendiri bagi generasi muda. Semangat perjuangan ini pula yang digaungkan oleh tim Jurnalis Cilik SD Muhammadiyah 22 Surabaya.
Dalam agenda rutin ekstrakurikuler jurnalistik yang digelar pada Selasa (19/5/2026), dua jurnalis cilik kelas 5B, Thalita Almira Salsabila (penanya) dan Syakira Qidzama Alhasy (penjawab), menggelar sesi wawancara mendalam di lapangan sekolah. Keduanya mengupas tuntas makna “Kebangkitan” dari kacamata seorang pelajar.
Memaknai Kebangkitan: Bangun dari Rasa Malas
Melalui obrolan yang hangat namun berbobot, Syakira mengungkapkan bahwa arti kebangkitan di era modern bagi seorang siswa sangat sederhana namun mendalam, yaitu bangkit dari kemalasan.
“Menurutku, arti ‘kebangkitan’ itu seperti bangun dari tidur, lalu semangat lagi. Jadi kalau kita tadinya malas atau menyerah, kita harus bangun dan maju lagi untuk jadi lebih baik,” ujar Syakira saat menjawab pertanyaan pembuka dari Thalita mengenai arti kata bangkit.
Bagi Syakira, kata “Bangkit” langsung memicu ingatannya pada kekompakan para pahlawan zaman dulu serta pentingnya memiliki semangat belajar yang tinggi agar bangsa Indonesia tidak kalah bersaing dengan negara lain.
Peran Jurnalis Cilik di Lingkungan Sekolah
Sebagai bagian dari tim literasi sekolah, Thalita dan Syakira sepakat bahwa merayakan Harkitnas sangat penting agar generasi sekarang tidak melupakan sejarah. Jika pahlawan dahulu berjuang melalui organisasi dan media cetak, maka jurnalis cilik masa kini memiliki wadah tersendiri di sekolah.
”Caranya dengan rajin meliput kegiatan sekolah yang keren, menulis berita yang jujur, dan selalu membagikan cerita yang positif dan bikin teman-teman semangat belajar,” jelas Syakira optimis.
Syakira juga tidak menampik bahwa rasa malas dan kesulitan dalam menulis atau belajar di kelas sering kali datang. Namun, ia memiliki resep jitu untuk bangkit kembali.
”Kalau lagi malas, aku biasanya istirahat sebentar, terus ingat lagi serunya wawancara dan menulis berita. Aku juga suka minta semangat dari guru pembina dan teman-teman jurnalis yang lain,” ungkapnya jujur.
Komitmen Angkat Cerita Positif Sekolah
Di momentum Harkitnas tahun ini, Syakira menaruh harapan besar untuk bisa menuliskan cerita-cerita inspiratif seputar prestasi dan kekompakan siswa SD Muhammadiyah 22 Surabaya, seperti momen kerja sama saat belajar kelompok maupun aksi menjaga kebersihan sekolah.
Di akhir wawancara, sebuah kalimat penyemangat yang kuat dilontarkan untuk memotivasi seluruh teman sejawatnya.
“Teman-teman semuanya, ayo kita buang rasa malas, tetap semangat belajar, dan tunjukkan kalau anak SD Muhammadiyah 22 Surabaya itu hebat dan berprestasi!“
Aksi wawancara edukatif ini diharapkan mampu memantik semangat seluruh siswa, sekaligus menjadi pembuktian bahwa literasi dan jurnalisme sekolah dapat menjadi motor penggerak karakter positif anak bangsa. Syakira pun berharap, tim jurnalis cilik mereka ke depan bisa semakin kompak, makin mahir menulis, dan karyanya mampu menginspirasi masyarakat luas. (Tim Jurnalistik)





