
Sragen, wartapoint — Komando Distrik Militer (Kodim) 0725/Sragen melalui jajaran bintara pembina desa (Babinsa) memperketat pengawasan distribusi sarana produksi pertanian di tingkat hilir. Langkah ini diambil guna memastikan penyaluran pupuk bersubsidi berjalan transparan, tepat sasaran, sekaligus mencegah potensi penyelewengan di tingkat pengecer.
Dalam komitmen tersebut, Babinsa Koramil 18/Kalijambe, Serka Giyanto, turun langsung melakukan inspeksi mendadak serta pemantauan berkala di Kios Pupuk Lengkap (KPL) milik Warsono di Dusun Sentulan, Desa Kalimacan, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Jumat (29/5/2026).
Langkah antisipatif ini difokuskan untuk mengantisipasi risiko kelangkaan pasokan, praktik penimbunan ilegal, hingga indikasi penjualan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang kerap mengemuka saat memasuki masa tanam.
Menjamin Hak Petani Sesuai RDKK
Serka Giyanto menjelaskan, pendampingan sektor pertanian ini merupakan realisasi instruksi komando atas dalam mendukung ketahanan pangan nasional secara akuntabel. Pengawasan ketat di tingkat kios resmi menjadi kunci agar subsidi negara benar-benar dinikmati oleh pihak yang berhak.
”Kami hadir untuk memastikan proses penebusan dan penyaluran pupuk bersubsidi berjalan dengan lancar tanpa ada kendala administrasi maupun fisik,” kata Giyanto.
Ia menambahkan, kuota pupuk yang digelontorkan oleh pemerintah harus tersalurkan secara presisi kepada para petani yang namanya telah tercantum dalam sistem Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).
”Jika tata kelola distribusi pupuk ini berjalan lancar dan bebas sumbatan, otomatis stabilitas serta produktivitas sektor pertanian warga di wilayah binaan kami akan terjaga dengan baik,” imbuhnya.
Pasokan Urea dan NPK Terpantau Aman
Berdasarkan hasil pemantauan fisik dan pemeriksaan buku administrasi di lokasi, stok pupuk bersubsidi jenis Urea dan NPK di wilayah Kalijambe saat ini berada dalam kondisi aman. Ketersediaan komoditas tersebut dinilai mencukupi untuk memenuhi kebutuhan riil kelompok tani setempat selama beberapa pekan ke depan.
Sistem penebusan yang diterapkan pihak pengecer pun dilaporkan telah berjalan selaras dengan regulasi dan petunjuk teknis Kementerian Pertanian.
Di sisi lain, pemilik kios resmi pupuk, Warsono, menyambut baik kehadiran personel TNI AD yang ikut mengawal jalannya penyaluran barang dalam pengawasan tersebut. Menurutnya, koordinasi di lapangan menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif dan tertib.
”Alhamdulillah, dengan adanya pendampingan langsung dari Pak Babinsa, suasana penyaluran menjadi lebih tertib dan teratur. Kami selaku mitra resmi selalu berkomitmen melayani para petani sesuai dengan aturan main dan ketetapan HET resmi dari pemerintah,” ujar Warsono. (Agus)





