Surabaya, wartapoint – Suasana haru menyelimuti Aula Lantai 2 SD Muhammadiyah 26 (M26) Surabaya, Selasa (2/6/2026) pagi. Air mata bahagia tak terbendung dari para siswa kelas VI dan orang tua yang hadir dalam acara pengumuman kelulusan. Hari itu menjadi puncak dari perjalanan panjang, kerja keras, dan doa selama enam tahun menempuh pendidikan di bangku sekolah dasar.
Ketegangan yang sempat memenuhi ruangan seketika mencair menjadi gemuruh tepuk tangan saat Kepala SD Muhammadiyah 26 Surabaya, Yunita Puspitasari, naik ke podium. Dengan penuh rasa bangga, ia mengetuk palu keputusan yang menyatakan bahwa seluruh siswa kelas VI Angkatan XIII Tahun Pelajaran 2025/2026 dinyatakan lulus 100 persen.
Begitu pengumuman dibacakan, tangis haru langsung pecah di dalam aula. Sejumlah siswa spontan memeluk erat orang tua mereka, sementara para ibu tampak menyeka air mata, mengenang kembali perjuangan mendampingi buah hati mereka sejak hari pertama masuk sekolah hingga berhasil menyelesaikan pendidikan dasar.
Sinergi Segitiga Emas
Dalam pidatonya yang menyentuh hati, Yunita Puspitasari menyampaikan bahwa pencapaian luar biasa ini bukanlah hasil yang didapat secara instan. Keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras komprehensif yang ia sebut sebagai “segitiga emas”, yaitu kolaborasi antara siswa, guru, dan orang tua.
”Alhamdulillah, hari ini kami mengumumkan kelulusan 100 persen untuk Angkatan XIII. Ini adalah buah dari kerja keras anak-anak, doa tanpa putus dari orang tua, serta dedikasi luar biasa dari para guru yang mengajar dengan hati,” ujar Yunita dengan mata berkaca-kaca.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kepercayaan besar yang telah didelegasikan oleh para wali murid kepada pihak sekolah selama enam tahun terakhir.
”Kami melepas mereka dengan doa. Semoga anak-anak kami senantiasa diberikan kemudahan dalam meraih cita-cita, tetap menjaga akhlak mulia, dan sukses menjadi kebanggaan bagi agama serta bangsa di masa depan,” tambahnya.
Gerbang Menuju Jenjang Baru
Momen kelulusan ini menandai berakhirnya masa kebersamaan di SD Muhammadiyah 26 Surabaya, sekaligus menjadi jembatan pembuka menuju masa depan yang baru. Kendati harus berpisah dengan sekolah yang telah menjadi “rumah kedua”, nilai-nilai karakter, kedisiplinan, dan dasar-dasar agama yang telah ditanamkan diharapkan menjadi fondasi kuat yang melekat seumur hidup.
Setelah ini, tantangan yang lebih besar telah menanti para lulusan Angkatan XIII di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pihak sekolah berharap para alumni muda ini dapat terus terbang tinggi mengukir prestasi, namun tetap membumi dengan memegang teguh akhlak islami yang telah dipelajari selama ini. (Harlin/Diah)





