Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster
Friday, June 12, 2026
Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster

Air Mata Bahagia di Panti Muhammadiyah Tertua Surabaya: Melepas Pengabdian Ustadz Faturrahman

Must read

Surabaya, wartapoint – Malam di kawasan Gersikan, Surabaya, mendadak larut dalam suasana penuh haru. Panti Pesantren Asuhan Muhammadiyah Gersikan—yang dikenal sebagai panti asuhan Muhammadiyah tertua di Kota Pahlawan—menjadi saksi bisu momen perpisahan yang menyentuh hati pada Jumat (5/6/2026) malam.

​Acara pisah kenang tersebut digelar untuk melepas Ustadz Faturrahman, seorang mahasiswa sekaligus santri pengabdian yang telah menyelesaikan masa baktinya. Pria muda yang akrab disapa Mas Fatur itu hadir dengan raut wajah teduh sekaligus haru, sebulan setelah dirinya resmi menyandang gelar sarjana pada prosesi wisuda bulan lalu.

​Lantunan Al-Ma’un dan Keteguhan Dakwah

​Meskipun dikonsep secara sederhana, atmosfer acara terasa begitu khidmat dan membekas di hati para hadirin. Acara dibuka dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an Surat Al-Ma’un yang dibawakan secara indah oleh salah satu santri asuh, Ananda Wahid.

​Bagi warga Muhammadiyah yang hadir, momentum tersebut bukan sekadar seremonial perpisahan, melainkan sebuah refleksi nyata dari konsistensi dakwah Islam, khususnya dalam memuliakan anak-anak yatim dan dhuafa sebagaimana mandat teologis Surat Al-Ma’un.

​Dalam sambutannya, Kepala Panti Asuhan Muhammadiyah Gersikan menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas nikmat kesehatan yang diberikan kepada seluruh pengurus dan santri, berkaca pada kondisi beberapa hari lalu ketika beberapa di antara mereka sempat jatuh sakit.

​Ia secara khusus menyampaikan apresiasi yang tinggi atas dedikasi Ustadz Faturrahman yang telah mengabdi sejak Januari 2025.

“Terima kasih atas nama pengurus karena telah mengabdikan diri selama 1 tahun 5 bulan di sini. Semoga ini menjadi amal jariyah dan Allah SWT memberikan kelancaran untuk langkah Ustadz Fatur ke depan,” ujarnya.

​Pihak pengelola panti juga menaruh harapan besar agar kedisplinan yang selama ini ditanamkan oleh Ustadz Fatur dapat terus dijaga oleh para santri. “Kami berharap, pintu panti ini selalu terbuka. Jika suatu saat nanti kembali ke Surabaya, jangan lupa untuk mampir,” tambahnya dengan nada penuh harap.

​Pesan Terakhir Sang Hafiz: Jaga Shalat dan Al-Qur’an

​Suasana malam semakin hening dan emosional saat Ustadz Faturrahman menyampaikan kesan dan pesannya. Di hadapan anak-anak asuh yang selama ini bersamanya, ia mengenang kembali dinamika suka dan duka yang telah dilewati bersama.

​”Setahun lebih di panti ini, kita sudah berbagi banyak rasa, cerita, pahit, dan manis. Terima kasih karena kalian telah memberikan cahaya, menyambut saya dengan hangat, dan mau mendengarkan Mas Fatur,” ungkapnya berkaca-kaca.

​Sebagai seorang hafiz (penghafal) Al-Qur’an 30 juz, Ustadz Fatur menitipkan pesan mendalam yang membekas bagi segenap santri asuh. Ia menekankan dua hal utama: menjaga ibadah dan terus berinteraksi dengan kitab suci.

  • Disiplin Ibadah: Menjaga shalat tepat waktu. Begitu azan berkumandang, santri diminta langsung melangkah ke masjid.
  • Menjaga Hafalan: Tetap semangat menghafal Al-Qur’an. Ia mengingatkan bahwa Al-Qur’an memiliki kekuatan untuk mengangkat derajat suatu kaum, dan sebaliknya, bisa merendahkan mereka yang meninggalkannya.

​Harapan dari Santri Tertua

​Rasa kehilangan sekaligus terima kasih juga diungkapkan oleh Arsya, salah satu santri asuh tertua yang saat ini duduk di bangku SMA. Mewakili adik-adiknya, Arsya menyampaikan permohonan maaf atas segala kekhilafan selama interaksi mereka.

​”Terima kasih banyak atas bimbingannya, Ustadz. Semoga ke depan, kami semua bisa menjadi versi terbaik dari diri kami sebelumnya,” tutur Arsya.

​Bingkisan Kenangan

​Acara yang sarat emosi tersebut ditutup dengan doa bersama dan sesi foto bersama untuk mengabadikan momen kedekatan mereka. Sebagai tanda cinta dan ikatan batin, pihak panti memberikan sebuah bingkisan kecil kepada Mas Fatur.

​Bingkisan tersebut diharapkan menjadi pengingat abadi bagi sang hafiz 30 juz, bahwa di sudut Gersikan, Surabaya, ada sebuah panti pesantren yang pernah menjadi tempatnya menabur kebermanfaatan dan mencetak cerita indah bersama anak-anak asuhnya. (Muiz)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article