Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster
Friday, June 12, 2026
Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster

Empat Puluh Tahun yang Penuh Arti

Must read

Hari ini, 7 Juni 2026, bagi Al Qodar Purwo Sulistyo seharusnya menjadi hari bahagianya. Hari ketika engkau genap berusia 40 tahun. Sebuah usia yang bagi banyak orang menjadi penanda kematangan dalam kehidupan, keluarga, profesi, dan pengabdian.

Namun Allah SWT telah menetapkan takdir yang berbeda. Sebelum hari itu tiba, engkau telah lebih dahulu memenuhi panggilan-Nya. Meninggalkan keluarga, sahabat, dan orang-orang yang mencintaimu dalam kesedihan yang masih terasa hingga hari ini.

Kepergianmu bukan hanya kehilangan bagi keluarga, tetapi juga bagi kader Muhammadiyah, kolega, mahasiswa, sahabat seperjuangan, dan masyarakat yang selama ini mengenal serta membersamai perjalanan hidupmu.

Saya mengenalmu sejak tahun 2017. Jika dihitung, mungkin tidak terlalu lama. Namun dalam perjalanan pengabdian yang kita lalui bersama, tidak pernah ada jarak seperti orang yang baru saling mengenal. Kebersamaan dalam menjalankan amanah di Persyarikatan Muhammadiyah menghadirkan hubungan yang lebih dari sekadar rekan organisasi. Ada persaudaraan, kepercayaan, dan semangat perjuangan yang tumbuh di antara kita.

Dalam setiap kesempatan, engkau selalu hadir sebagai pribadi yang tenang namun tegas. Tidak banyak berbicara tentang diri sendiri, tetapi selalu siap ketika tugas dan tanggung jawab datang menghampiri. Engkau lebih suka bekerja daripada bercerita tentang apa yang telah dikerjakan.

Di antara banyak kenangan yang tersisa, ada satu peristiwa sederhana yang hingga kini selalu mengundang senyum ketika teringat.

Saat itu kami bersama melakukan kunjungan ke lokasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa di Wonosalam, Jombang. Sebagaimana lazimnya kegiatan KKN, para mahasiswa memamerkan berbagai hasil kreativitas dan produk olahan yang mereka kembangkan selama berada di tengah masyarakat. Salah satu produk yang mereka banggakan adalah brownies kukus berbahan baku kopi khas Wonosalam.

Sebagai bentuk apresiasi, kami pun mencicipi hasil karya mahasiswa tersebut. Namun ternyata rasa kopinya sangat kuat dan begitu dominan. Bagi saya yang memang tidak menyukai kopi, brownies itu terasa cukup berat untuk dihabiskan.

Dengan segala “kecerdikan” yang saya miliki saat itu, sisa brownies tersebut akhirnya kau habiskan. Dan seperti biasanya, engkau menerimanya tanpa banyak bertanya. Dengan santai brownies kopi itu kau habiskan.

Beberapa hari kemudian, saya baru mengetahui akibatnya. Ternyata perutmu tidak cocok dengan brownies kopi tersebut dan engkau mengalami mules selama beberapa hari. Peristiwa itu kemudian menjadi bahan candaan yang selalu mengundang tawa setiap kali dikenang.

Kini, ketika mengingat kejadian itu, yang tersisa bukan lagi rasa bersalah karena telah “memaksamu” menghabiskan brownies kopi tersebut. Yang tersisa adalah kerinduan pada tawa dan kebersamaan yang pernah kita miliki. Kenangan sederhana yang hari ini terasa begitu berharga.

Aku masih mengingat sebuah kalimat yang sering kau sampaikan kepada kader-kader muda Muhammadiyah:

“Jangan mencari jabatan. Tetapi ketika amanah diberikan, jangan menghindar.”

Kalimat itu bukan sekadar nasihat. Engkau menjadikannya sebagai prinsip hidup.

Karena itulah berbagai amanah yang datang kepadamu selalu kau jalankan dengan penuh kesungguhan. Engkau tidak pernah tampak berambisi mengejar posisi, tetapi ketika amanah datang, engkau menerimanya dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan.

Pengabdianmu kepada Persyarikatan Muhammadiyah telah dimulai sejak lama. Tercatat sejak tahun 2002 engkau menjadi anggota Muhammadiyah dengan Nomor Baku Muhammadiyah (NBM) 906317. Selama lebih dari dua dekade, Muhammadiyah bukan sekadar organisasi bagimu, melainkan rumah perjuangan yang membentuk karakter, pemikiran, dan jalan hidupmu.

Dari proses panjang itulah lahir berbagai amanah yang kemudian kau emban. Sebagai Ketua KOKAM Surabaya, Ketua PCM Dukuh Pakis, Anggota Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Surabaya, Ketua Program Studi S1 Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Surabaya, dan berbagai amanah lainnya, engkau selalu hadir sebagai kader yang siap bekerja tanpa banyak mengeluh.

Namun pengabdianmu tidak hanya berhenti di lingkungan Muhammadiyah. Dalam perjalanan hidupmu, engkau juga aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan dan kebangsaan. Keterlibatanmu dalam agenda nasional berupa penyelenggaraan pemilihan umum menjadi bagian penting dari kontribusimu kepada bangsa. Amanah sebagai Komisioner Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan Kenjeran pernah kau jalankan dengan penuh integritas dan tanggung jawab.

Demikian pula dalam organisasi kemasyarakatan. Sebagai Sekretaris Dewan Masjid Indonesia Kecamatan Kenjeran, engkau ikut berperan dalam memperkuat fungsi masjid sebagai pusat ibadah, pendidikan, dan pemberdayaan umat. Di manapun berada, engkau selalu berusaha menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

Yang membuat kami semakin kagum adalah bagaimana engkau menjalani semua amanah itu di tengah kondisi kesehatan yang ternyata tidak baik-baik saja.

Engkau memilih menyimpan sakitmu sendiri. Tidak banyak orang mengetahui bahwa tubuhmu sedang berjuang. Aktivitasmu tetap berjalan sebagaimana biasa. Rapat tetap kau hadiri. Amanah tetap kau selesaikan. Pertemuan demi pertemuan tetap kau jalani tanpa menunjukkan keluhan berarti.

Hingga akhirnya, menjelang keberangkatanmu untuk menjalani ikhtiar pengobatan ke RS Kariadi Semarang, beberapa sahabat mulai mengetahui kondisi yang sebenarnya.

Kabar itu datang begitu mendadak.

Membuat banyak orang terkejut. Membuat banyak sahabat memanjatkan doa agar Allah SWT memberikan kesembuhan dan kesehatan untukmu. Kami berharap engkau kembali seperti biasa, kembali memimpin, kembali mengajar, kembali membersamai perjuangan yang belum selesai.

Namun Allah SWT memiliki ketentuan yang terbaik.

Kamis, 28 Mei 2026 M bertepatan dengan 11 Dzulhijjah 1447 H menjadi hari yang akan selalu dikenang. Hari ketika kabar kepergianmu menyebar dari satu sahabat ke sahabat lainnya. Hari ketika banyak orang terdiam dan sulit mempercayai bahwa engkau telah pergi meninggalkan kami semua.

Engkau meninggalkan seorang istri dan dua putra tercinta. Keluarga yang selama ini menjadi bagian penting dari setiap langkah perjuanganmu. Kami percaya bahwa cinta, keteladanan, dan nilai-nilai kehidupan yang telah engkau tanamkan akan menjadi warisan yang terus hidup dalam diri mereka.

Kawan, empat puluh tahun mungkin bukan usia yang panjang. Namun engkau telah mengisinya dengan sesuatu yang jauh lebih berharga daripada sekadar panjang umur: pengabdian.

Engkau telah mengajarkan bahwa hidup bukan tentang seberapa tinggi jabatan yang diraih, melainkan seberapa besar manfaat yang dapat diberikan. Bukan tentang seberapa banyak penghargaan yang diterima, melainkan seberapa tulus amanah dijalankan.

Hari ini kami mengenangmu bukan hanya karena jabatan-jabatan yang pernah kau emban, tetapi karena ketulusan yang menyertai setiap langkah pengabdianmu. Kami mengenang sosok yang selalu siap membantu, selalu hadir ketika dibutuhkan, dan selalu membawa semangat dalam setiap perjuangan. Kami mengenang seorang sahabat yang pernah tertawa bersama, berdiskusi bersama, berjuang bersama, bahkan pernah menjadi “korban” brownies kopi Wonosalam demi menjaga perasaan kawannya.

Terima kasih atas persahabatan yang pernah kau berikan.

Terima kasih atas keteladanan yang pernah kau tunjukkan.

Terima kasih atas jejak perjuangan yang telah kau tinggalkan.

Semoga Allah SWT menerima seluruh amal salehmu, seluruh pengabdianmu kepada umat, bangsa, dan Persyarikatan Muhammadiyah. Semoga Allah melapangkan kuburmu, mengampuni segala khilaf dan kekuranganmu, serta menempatkanmu di tempat terbaik di sisi-Nya bersama orang-orang yang saleh.

Selamat jalan, sahabat.

Engkau telah menyelesaikan tugasmu dengan baik. Dan kami yang masih tinggal akan melanjutkan perjuangan yang pernah engkau titipkan.

Anang Dony Irawan
Wakil Ketua PCM Sambikerep
Dosen FH UMSURA

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article