Surabaya, wartapoint – Lajnah Pengembangan Pembelajaran Al Qur’an (LPPA) Ta`miriyah Surabaya menggelar Wisuda Akbar Al-Qur’an 30 Juz dan Tahfidz pada Minggu (7/6/2026) pagi. Acara yang berlangsung khidmat dan penuh haru di salah satu hotel di Surabaya ini meluluskan sebanyak 250 wisudawan.
Para peserta wisuda tersebut terdiri dari 120 santri yang telah mengkhatamkan bacaan 30 juz serta 130 santri penghafal Al-Qur’an (tahfidz). Seluruh wisudawan tampak khusyuk mengikuti prosesi dari awal hingga akhir acara.
Kepala LPPA Ta’miriyah Surabaya, Ahmad Haidar Ilyas, menyatakan bahwa agenda tahunan ini merupakan bentuk transparansi dan bukti nyata dari progres pembelajaran di lembaga yang dipimpinnya.
“Alhamdulillah, Taman Pendidikan Ta’miriyah Surabaya secara istiqomah setiap tahun menggelar Wisuda Akbar Al-Qur’an dan Tahfidz. Tujuannya tidak lain adalah untuk menunjukkan kepada semua wali murid keberhasilan dan progres pembelajaran Al-Qur’an dan Tahfidz anak-anak mereka,” ujar Haidar.
Standar Kualitas Internasional dan Uji Kompetensi Pusat
Untuk menjaga mutu kelulusan, LPPA Ta’miriyah Surabaya menjalin kerja sama strategis dengan Metode Bil Qolam dari Pesantren Ilmu Al Qur’an (PIQ) Singosari, Malang. Kerja sama ini berfungsi sebagai sistem penjaminan mutu (quality assurance) terhadap kompetensi para santri.
Haidar menjelaskan bahwa seluruh wisudawan yang dikukuhkan hari ini bukan sekadar lulus formalitas. Mereka telah melewati serangkaian ujian ketat yang diuji langsung oleh tim penguji pusat dari Bil Qolam.
”Anak-anak yang mengikuti wisuda kali ini benar-benar sudah teruji, baik dari segi kualifikasi, kompetensi, fashohah (kefasihan), maupun ilmu tajwidnya,” jelas Haidar yang juga bertindak sebagai penanggung jawab acara.
Dari total 250 wisudawan, capaian hafalan para santri cukup beragam, mulai dari Juz Amma (Juz 30), Juz 1, hingga Juz 5. Bahkan, terdapat capaian istimewa yang diraih oleh salah satu siswa sekolah dasar.
”Ada anak yang diwisuda karena telah menyelesaikan hafalan hingga 23 Juz, yaitu ananda Naufal Azka Putra Soleh Wicaksana, siswa kelas V SD Ta’miriyah,” tambahnya.
Benteng Menghadapi Era Digital
Sebagai lembaga pendidikan Islam unggulan yang berada di jantung Kota Surabaya, LPPA Ta’miriyah memandang pendidikan Al-Qur’an bukan sekadar kurikulum agama, melainkan pondasi utama investasi sumber daya manusia (SDM) masa depan.
Di tengah derasnya arus digitalisasi, penanaman nilai-nilai Al-Qur’an dinilai menjadi filter paling efektif bagi generasi muda. Haidar mengutip kaidah pendidikan dari Rasulullah SAW mengenai tiga perkara dasar dalam mendidik anak, yaitu:
- Menanamkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW.
- Menanamkan rasa cinta kepada ahli bait (keluarga Nabi).
- Mengajarkan dan mendekatkan anak pada Al-Qur’an.
Melalui momentum wisuda ini, LPPA Ta’miriyah menaruh harapan besar untuk masa depan pendidikan Islam di Kota Pahlawan. Lembaga ini berkomitmen untuk terus mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki spiritualitas yang kokoh.
”Kami berharap Taman Pendidikan Ta’miriyah ini bisa menjadi sentra atau pusat pendidikan Al-Qur’an bagi warga Surabaya pada umumnya. Semoga dengan ikhtiar ini, anak-anak kita benar-benar terlindungi dari pengaruh negatif zaman, seperti kecanduan game online,” pungkas Haidar. (Armand)





