Surabaya, Wartapoin-Suasana hangat dan penuh keakraban terasa di SD Muhammadiyah 12 Surabaya, Jalan Dupak Jaya V No 21-29, Selasa (9/6/2026). Puluhan kepala sekolah dan madrasah Muhammadiyah se-Kota Surabaya berkumpul dalam Rapat Wada’ Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SD/MI Muhammadiyah Kota Surabaya.
Rapat ini memiliki makna yang istimewa. Selain menjadi agenda rutin bulanan, pertemuan tersebut menjadi rapat terakhir bagi kepengurusan K3S periode 2024–2026. Karena itulah kegiatan ini dinamakan rapat wada’ atau perpisahan, sebagai penutup perjalanan pengabdian selama dua tahun terakhir.
Meski menjadi rapat penutup, semangat para peserta justru tampak semakin kuat. Berbagai agenda strategis pendidikan terus dibahas demi memastikan sekolah dan madrasah Muhammadiyah di Surabaya tetap bergerak maju.
Ketua K3S SD/MI Muhammadiyah Kota Surabaya, Amang Muazam, MPdI, dalam arahannya menyampaikan sejumlah informasi penting yang perlu dipersiapkan oleh sekolah dan madrasah. Di antaranya terkait pengelolaan ijazah kelas VI yang bekerja sama dengan Peruri, pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), hingga kesiapan buku pelajaran untuk tahun ajaran baru.
“Banyak hal yang harus dipersiapkan bersama agar pelayanan pendidikan kepada peserta didik semakin baik dan profesional,” pesannya kepada seluruh peserta rapat.
Sementara itu, Sekretaris K3S, Rohim, M.Pd., menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepengurusan selama periode 2024–2026. Dalam laporannya, berbagai program kerja yang telah direncanakan berhasil terlaksana dengan sangat baik. Bahkan, hampir seluruh program mencapai target pelaksanaan.
Tak hanya itu, peningkatan capaian SPMB di sejumlah sekolah dan madrasah Muhammadiyah juga menjadi salah satu indikator keberhasilan yang patut disyukuri.
Menurut Rohim, pencapaian tersebut tidak lepas dari kerja sama dan kekompakan seluruh kepala sekolah dan kepala madrasah yang selama ini terus bersinergi.
“Keberhasilan ini adalah hasil kerja bersama. Tidak ada yang berjalan sendiri. Semua berkontribusi sesuai peran masing-masing,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Bendahara K3S, Ahmad Munhamir, MPd. bersama Listiana, MPd, turut menyampaikan laporan keuangan organisasi selama periode 2024–2026. Laporan tersebut menjadi bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan organisasi kepada seluruh anggota.
Menariknya, rapat wada’ ini juga menjadi awal persiapan regenerasi kepemimpinan K3S. Para peserta sepakat membentuk Panitia Pemilihan (Panlih) untuk menyukseskan Musyawarah Kerja (Musyker) yang akan digelar pada Juli 2026 mendatang. Dalam forum tersebut, M. Khoirul Anam, Kepala SD Muhammadiyah 10 Surabaya, dipercaya menjadi Ketua Panlih.
Selain itu, forum juga merekomendasikan sembilan kepala sekolah dan madrasah sebagai bakal calon pengurus K3S periode 2026–2028.
Menjelang berakhirnya rapat, berbagai masukan, gagasan, dan harapan mengalir dari para kepala sekolah dan madrasah. Mulai dari penguatan program kerja, pengelolaan keuangan, peningkatan mutu guru, pengembangan karakter siswa, hingga inovasi pendidikan yang relevan dengan tantangan zaman.
Rapat wada’ ini bukan sekadar penutupan masa kepengurusan. Lebih dari itu, ia menjadi ruang refleksi, apresiasi, sekaligus titik awal untuk melangkah menuju masa depan pendidikan Muhammadiyah Surabaya yang semakin unggul, berkemajuan, dan mencerahkan.
(Afuw Elkhoir)





