Surabaya, wartapoint – Suasana khidmat prosesi Akhirussanah ke-47 SD Muhammadiyah 17 (SD Mujitu) Surabaya seketika berubah menjadi penuh emosi dan derai air mata di penghujung acara. Agenda tahunan yang digelar di Ballroom Kaza, Jumat (12/6/2026) tersebut ditutup dengan momen paling sakral, yakni sesi peluk dan sungkem antara para wisudawan kepada orang tua mereka.
Isak tangis haru tidak membendung lagi ketika ke-35 siswa kelas 6 berjalan perlahan mendekati ayah dan bunda yang duduk di kursi undangan. Sambil membawa sekuntum bunga dan piagam kelulusan, anak-anak tersebut bersimpuh, mencium tangan, dan memeluk erat orang tua yang telah membesarkan serta mendampingi mereka selama enam tahun menempuh pendidikan dasar.
”Ini adalah momen yang paling menguras air mata. Melihat anak-anak bersimpuh dan memeluk orang tuanya, kami semua yang hadir di sini ikut merasakan betapa besarnya perjuangan dan doa yang mengalir selama ini,” ujar Munhamir, Kepala SD Mujitu.
Makna Mendalam di Balik Air Mata
Momen ini seakan menjadi jawaban nyata atas pesan kunci yang disampaikan oleh Kepala SD Mujitu, A. Munhamir, M.Pd., dan Ketua Majelis Dikdasmen PNF PCM Simokerto, Dr. Asy’ari, M.Pd., mengenai pentingnya berbakti kepada orang tua sebagai keramat kehidupan.
-Bentuk Syukur Siswa: Air mata yang tumpah dari para wisudawan menjadi simbol permohonan maaf sekaligus ungkapan terima kasih yang mendalam atas segala pengorbanan orang tua.
-Kebanggaan Orang Tua: Di sisi lain, para wali murid tidak mampu menyembunyikan rasa bga dan haru melihat putra-putri mereka tidak hanya lulus dengan nilai akademik yang memuaskan di tingkat Kecamatan Simokerto, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia dan religius dengan capaian hafalan Juz 29 dan 30.
Sinergi Indah yang Mengharukan
Pelukan hangat dan tangisan yang pecah di Ballroom Kaza siang itu seolah meleburkan seluruh lelah menjadi lillahi ta’ala. Isak tangis ini bukan tanda kesedihan, melainkan sebuah pelepasan penuh rasa syukur atas sebuah babak awal kehidupan yang berhasil dilewati dengan manis.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama dan foto bersama yang menyatukan para guru, wali murid, serta wisudawan. Meski air mata masih mengalir di pipi, senyum optimisme menatap masa depan sesuai tema “Dream, Believe, Achieve” tetap terpancar kuat dari wajah the next generation of Islam dari SD Mujitu Surabaya. (yupan)





