Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster
Monday, June 15, 2026
Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster

Hadiri Akhirussannah KB Aisyiyah 06 & TK ABA 40, Wakil Ketua PCM Krembangan Tekankan Pentingnya Membentuk Karakter Anak Panah

Must read

Surabaya, wartapoint – KB Aisyiyah 06 dan TK ABA 40 sukses menggelar momentum haru bertajuk Akhirussannah, Wisuda Tahfidz, dan Pentas Seni Tahun Ajaran 2025–2026 pada Ahad (14/6/2026). Mengusung tema “Doa dan Cita untuk Masa Depan”, acara kelulusan anak usia dini ini berlangsung khidmat sekaligus meriah di auditorium AR. Fakhruddin SD Muhammadiyah 11 Surabaya. Agenda tersebut diikuti 22 siswa KB Aisyiyah 06 dan 53 siswa TK ABA 40.

​Acara yang menjadi penanda langkah awal anak-anak menuju masa depan tersebut turut dihadiri langsung oleh sejumlah jajaran pimpinan dan tokoh penting dari Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Krembangan, antara lain:

  • Hj. Ummu Chasanah (Ketua PCA Krembangan)
  • Endarwati Choiriyah, M.Pd. (Bendahara PCA Krembangan)
  • Hj. Ummu Surya (Ketua Dikdasmen PCA Krembangan)
  • Hj. Sariyah (Sesepuh Aisyiyah)

​Hari Panen Cinta dan Apresiasi Lewat Pantun

​Ajang pelepasan siswa ini dibuka dengan penuh kehangatan oleh Wakil Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Krembangan Bidang Dikdasmen dan Kesehatan, H. Sutikno, S.Sos, M.H. Sebelum menyampaikan arahan utamanya, Sutikno mencairkan suasana dengan mempersembahkan untaian pantun yang mengapresiasi generasi Qur’ani serta dedikasi luar biasa dari orang tua.

​Dalam statement resminya, Sutikno menegaskan bahwa momentum kelulusan ini bukan sekadar perpisahan sekolah pada umumnya, melainkan sebuah ‘hari panen’ atas cinta, doa, dan perjuangan bersama.

“Hari ini, Ahad 14 Juni 2026, bukan sekadar acara perpisahan. Hari ini adalah hari panen cinta, doa, dan perjuangan. Yang kita wisuda bukan hanya anak-anak yang telah menghafal surat-surat Al-Qur’an, tetapi juga anak-anak yang telah belajar disiplin, berani tampil, menghormati guru, mencintai teman, dan mengenal Tuhannya sejak usia dini,” ujarnya.

​Ia menambahkan bahwa di balik toga kecil dan performa menggemaskan para siswa di atas panggung, ada proses panjang yang penuh tantangan, kesabaran guru, serta ketulusan doa dari orang tua di rumah yang tidak boleh dilupakan.

​Filosofi Anak Panah: Fokus pada Karakter Manusia

​Kepada para wali murid yang hadir, Sutikno menyampaikan sebuah pesan mendalam mengenai cara memandang masa depan anak-anak. Beliau menganalogikan anak-anak sebagai anak panah yang siap melesat jauh ke depan.

“Ayah dan Bunda yang kami banggakan, anak-anak ini ibarat anak panah yang sedang kita arahkan. Mereka akan terbang jauh melampaui kita. Karena itu, jangan hanya bertanya, ‘Anakku nanti jadi apa?’ Tetapi lebih penting lagi bertanya, ‘Anakku nanti menjadi manusia seperti apa?'” tegas Wakil Ketua PCM Krembangan tersebut.

​Melalui pendekatan karakter ini, ia berharap agar para lulusan kelak tumbuh menjadi pribadi yang berilmu, berakhlak mulia, mencintai agamanya, menghormati orang tua, serta membawa kemaslahatan bagi bangsa dan umat.

​Terima Kasih untuk Investasi Doa dan Pendidik yang Mendidik dengan Hati

​Sebagai pimpinan yang membidahi pendidikan, Sutikno tidak lupa memberikan selamat kepada para orang tua atas keberhasilan investasi waktu dan kesabaran melihat buah hati mereka lulus mengenakan toga. Apresiasi setinggi-tingginya juga ia sampaikan kepada para guru dan karyawan yang telah “mendidik dengan hati”—telaten menuntun hafalan ayat demi ayat suci Al-Qur’an bagi anak-anak.

​Sebelum memungkasi sambutannya, Sutikno kembali melontarkan pantun penutup berisi motivasi besar bagi para wisudawan cilik agar terus melangkah maju meraih cita-cita dengan modal iman dan takwa.

​”Terbanglah tinggi menggapai mimpi, namun jangan lupa sujud kepada Ilahi. Anak-anak hebat, teruslah melangkah ke depan, raih cita-cita dengan iman dan ketakwaan,” pungkasnya. (yupan)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article