Surabaya, wartapoint – Kemeriahan Pentas Seni: Indahnya Warna Budaya Nusantara yang digelar oleh MI Muhammadiyah 28 Surabaya (MIM Dupan) pada Ahad (14/6/2026) di Balai Teknik Sanitasi tidak hanya memukau penonton, tetapi juga mendapat apresiasi tinggi dari jajaran pimpinan persyarikatan.
Hadir dan memberikan sambutan dalam acara tersebut, Wakil Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Lakarsantri Bidang Pendidikan, Dr. Warsidi, MM., menyampaikan rasa bangga dan pujiannya atas perkembangan luar biasa yang ditunjukkan oleh MIM Dupan.
Pendidikan Muhammadiyah Berkemajuan dan Dipercaya
Dalam arahannya, Warsidi menegaskan bahwa kemajuan pesat MIM Dupan berjalan selaras dengan besarnya jaringan pendidikan Muhammadiyah di Indonesia yang kini memiliki hampir 6.000 sekolah dan lebih dari 170 Perguruan Tinggi. Di tengah persaingan ketat, sekolah Muhammadiyah tetap menjadi pilihan utama karena selalu mengedepankan keseimbangan ilmu.
”Saya sampaikan kepada Bapak dan Ibu wali murid, tidak salah jenengan menyekolahkan putra-putrinya di MI Muhammadiyah ini. Di sini, iman dan takwa benar-benar dinomor satukan. Selain ilmu dunia, anak-anak kita dibekali dengan ilmu akhirat, mulai dari belajar qori hingga kitab kuning,” ungkapnya.
Seni dan Kreativitas sebagai Kunci Kesuksesan
Terkait dengan agenda pentas seni yang sedang berlangsung, Warsidi menyebutnya sebagai ajang aplikasi kreativitas dan inovasi yang sangat baik agar anak-anak tidak tumbuh menjadi pribadi yang penakut. Beliau juga sangat mendukung rencana Kepala MIM Dupan, Rohim, M.Pd., yang akan meluncurkan program ekstrakurikuler Band Cilik.
Menurutnya, mengasah jiwa seni pada anak usia sekolah memiliki korelasi positif terhadap kecerdasan akademik mereka. Ia mencontohkan tokoh besar pendiri Muhammadiyah, KH. Ahmad Dahlan, yang juga dikenal piawai bermain alat musik biola.
“Orang-orang yang sukses itu bukan hanya yang fokus pada pelajaran saja, tetapi jiwa seninya juga dipupuk. Biasanya, orang yang pintar dan memiliki jiwa seni yang baik, urusan lainnya akan lebih gampang masuk dan berkembang,” jelasnya.
Pentingnya Kolaborasi Tiga Pilar Sekolah
Di akhir sambutannya, Warsidi mengingatkan bahwa impian besar MIM Dupan untuk menjadi sekolah yang terus unggul hanya bisa terwujud melalui kerja sama yang solid. Sekolah tidak bisa berjalan sendirian tanpa dukungan dari elemen lainnya.
”Sekolah ini akan menjadi sangat maju jika ada kolaborasi yang kuat antara tiga pilar: pihak sekolah, wali murid, dan siswa itu sendiri. Di sinilah peran penting Komite Sekolah sebagai jembatan yang menghubungkan antara sekolah dan orang tua,” pungkas Dr. Warsidi.
Melalui sinergi dan kolaborasi yang harmonis ini, ia optimistis cita-cita para orang tua untuk melihat anak-anaknya tumbuh menjadi generasi yang sukses di dunia, paham agama, serta menjadi anak yang sholeh dan sholiha dapat benar-benar tercapai. (yupan)





