Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster
Monday, June 15, 2026
Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster

Mengubah Sampah Menjadi Wisata, Cara Warga Sambiarum Surabaya Merawat Kebersamaan

Must read

Surabaya, wartapoint — Inovasi pengelolaan lingkungan berbasis komunitas di tingkat rukun tetangga (RT) kembali menunjukkan dampak nyata. Di tangan pengurus Bank Sampah Lily 8 RT 08 RW 06 Kelurahan Sambiarum, Kecamatan Sambikerep, Surabaya, gunungan sampah anorganik berhasil dikonversi menjadi program wisata edukatif berbiaya murah bagi warga.

​Melalui konsistensi mengumpulkan, memilah, dan menjual komoditas daur ulang seperti botol plastik serta kardus bekas, mereka mampu memberangkatkan puluhan warga pelesir ke tiga destinasi wisata di Jawa Timur pada akhir pekan lalu, 13–14 Juni 2026.

​Tiga destinasi yang dikunjungi dalam rangkaian tur ini meliputi Pantai Gemah di Tulungagung, kawasan sejarah Makam Bung Karno di Blitar, dan Masjid Ar-Rahman di Blitar.

​Berkat subsidi dari hasil pengelolaan bank sampah, setiap peserta hanya perlu merogoh kocek berkisar Rp30.000 hingga Rp75.000. Biaya seminim itu sudah mencakup akomodasi bus pariwisata, tiket masuk lokasi wisata, makanan ringan, hingga konsumsi sarapan.

​Nilai Ekonomi dari Lingkungan

​Ketua PKK RT 08 RW 06 sekaligus Koordinator Kegiatan, Ani Rachmawati, menjelaskan bahwa agenda pelesir bersama ini merupakan bentuk konkret dari pengembalian nilai ekonomi sampah langsung kepada masyarakat yang selama ini konsisten memilah limbah rumah tangganya.

​”Kami ingin menunjukkan bahwa sampah tidak hanya bermanfaat untuk menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga dapat memberikan nilai ekonomi yang kembali dirasakan oleh masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan wisata bersama seperti ini,” ujarnya, Senin (15/6/2026).

​Rombongan bertolak dari Surabaya pada Sabtu malam dan tiba di Pantai Gemah pada dini hari untuk menikmati fajar. Perjalanan kemudian berlanjut ke Makam Bung Karno sebagai ritus wisata sejarah dan religi, sebelum dipungkasi di Masjid Ar-Rahman yang ikonik di Blitar.

​Menembus Batas Ekologi

​Langkah yang diinisiasi oleh Bank Sampah Lily 8 ini membuktikan bahwa gerakan lingkungan di level akar rumput memiliki daya tawar yang lebih luas. Program ini tidak hanya menyelesaikan persoalan ekologis berupa reduksi volume limbah domestik, tetapi juga menjelma menjadi perekat sosial (social bonding) antarwarga.

​Suasana guyub dan gotong royong terasa kental sepanjang perjalanan. Sejumlah warga mengaku antusias karena mendapatkan akses hiburan yang terjangkau di tengah situasi ekonomi saat ini, sekaligus memetik buah manis dari tabungan sampah yang mereka kumpulkan saban pekan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus Bank Sampah Lily 8 yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk ikut dalam kegiatan ini. Semoga gerakan ini semakin maju dan kompak,” ujar salah satu warga peserta tur.

​Keberhasilan Bank Sampah Lily 8 mengelola rantai nilai limbah ini menjadi potret nyata bagaimana pemedulian lingkungan yang dikelola secara transparan dan kreatif mampu menghadirkan inovasi sosial.

​Model bergerak dari lingkup terkecil ini diharapkan dapat menginspirasi kampung-kampung lain di Surabaya dalam melihat sampah bukan lagi sebagai beban perkotaan, melainkan sebagai sumber daya alternatif yang menyejahterakan. (Henny/yupan)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article