Ulas Piramida Terbalik di Pelatihan IGABA Surabaya, Muriyono Ajak 200 Guru TK Jadi Jurnalis Sekolah

Must read

Surabaya, wartapoint – Sebanyak 200 guru PAUD dan TK Aisyiyah se-Kota Surabaya mengikuti pelatihan jurnalistik bertajuk pembentukan jurnalis sekolah di Aula AR. Fachruddin lantai 4 SD Muhammadiyah 11 Surabaya (SD Muhlas), Sabtu (1/8/2026).

​Kegiatan yang diselenggarakan oleh Ikatan Guru Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA) ini bertujuan untuk membekali para pendidik dengan keterampilan menulis guna memublikasikan kegiatan sekolah secara profesional.

​Pelatihan yang berlangsung sejak pagi tersebut memasuki sesi kedua pada pukul 12.45 WIB. Moderator acara, Siti Qomariyah, membakar semangat para peserta sebelum mengenalkan narasumber kedua, Muriyono, yang merupakan guru SD Muhlas sekaligus anggota Majelis Pustaka, Informasi, dan Digitalisasi (MPID) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya.

​Terapkan Metode Piramida Terbalik

​Mengawali paparannya, Muriyono membagikan kutipan inspiratif dari Ali bin Abi Thalib untuk memotivasi para pendidik agar tidak ragu mendokumentasikan karya mereka melalui tulisan.

“Semua orang akan mati kecuali karyanya, maka tulislah sesuatu yang akan membahagiakan dirimu di akhirat kelak,” ujarnya.

​Ia menekankan pentingnya menulis dengan suasana hati yang bahagia tanpa terpengaruh hambatan teknis. Menurutnya, bagi penulis pemula, metode paling efektif dan mudah diterapkan adalah struktur Piramida Terbalik.

​”Dalam penulisan berita, gunakan sistem Piramida Terbalik. Struktur ini dimulai dari judul yang menarik, teras berita (lead) yang mencakup unsur 5W+1H, hingga informasi pendukung untuk memperkuat isi berita,” jelas Muriyono.

​Ia juga menyarankan agar para guru mulai mengangkat ide dari lingkungan sekitar, seperti aktivitas harian di sekolah, yang sekaligus dapat berfungsi sebagai sarana promosi lembaga pendidikan.

​Langsung Praktik Menulis Berita

​Guna memastikan pemahaman materi, sesi pelatihan diakhiri dengan evaluasi langsung secara interaktif. Ratusan peserta diminta membuat draf berita sederhana berdasar kaidah Piramida Terbalik. Panitia menyiapkan bingkisan (doorprize) bagi peserta yang mampu menyusun berita tercepat dan paling sesuai kaidah.

​Dalam kurun waktu kurang dari 30 menit, puluhan karya tulis guru langsung masuk ke saluran pesan narasumber. Dari evaluasi tersebut, panitia menetapkan empat peserta terbaik yang berhak menerima doorprize.

​”Hampir seluruh tulisan yang masuk sudah sangat baik. Langkah selanjutnya tinggal penyempurnaan serta pembiasaan secara konsisten dalam menulis,” pungkasnya. (yupan)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article