Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster
Wednesday, June 24, 2026
Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster

Nurul Kartika: Sinergi Majelis PAUD Dasmen dan MHH PDA Surabaya Wujudkan Pendidikan Inklusi yang Ramah dan Beradab

Must read

Surabaya, wartapoint – Majelis Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar, dan Menengah (PAUD Dasmen) Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Surabaya menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan mutu pendidikan yang berkeadilan. Bersinergi dengan Majelis Hukum dan HAM (MHH) PDA Kota Surabaya, mereka menggelar Pelatihan Pendidikan Inklusi yang bertempat di SMAMDA Tower, Surabaya.

​Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, yakni Rabu hingga Kamis (24-25/6/2026) ini mengusung tema besar: “Menguatkan Kompetensi Pendidik dalam Membangun Pendidikan Inklusi yang Ramah dan Beradab”.

Komitmen Lahirkan Sekolah Ramah Anak

​Ketua Majelis PAUD Dasmen PDA Kota Surabaya, Dra. Nurul Kartika, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan langkah strategis sekaligus bentuk nyata kepedulian Aisyiyah terhadap pemenuhan hak pendidikan bagi semua anak, tanpa terkecuali.

“Kami ingin memastikan bahwa seluruh tenaga pendidik di bawah naungan Aisyiyah Kota Surabaya memiliki kesiapan mental, pengetahuan, dan keterampilan yang mumpuni. Pendidikan inklusi bukan sekadar menerima anak berkebutuhan khusus, tetapi bagaimana kita membangun lingkungan belajar yang ramah, menghargai perbedaan, dan tetap menjaga nilai-nilai keberadaban,” ujarnya.

​Nurul Kartika juga menambahkan bahwa sinergi dengan Majelis Hukum dan HAM sangat krusial. Pasalnya, aspek perlindungan anak dan pemenuhan hak atas pendidikan yang layak regulasinya harus dipahami dengan baik oleh para guru agar tidak terjadi malapraktik dalam pola pengajaran.

Fokus Penguatan Kompetensi Guru

​Pelatihan yang dihadiri oleh puluhan kepala sekolah dan guru PAUD/TK Aisyiyah se-Kota Surabaya ini menghadirkan berbagai pakar di bidang pendidikan inklusi dan praktisi hukum anak. Selama dua hari, para peserta dibekali dengan materi intensif, mulai dari:

  • ​Identifikasi dan asesmen awal anak berkebutuhan khusus (ABK).
  • ​Penyusunan Kurikulum Akomodatif (Program Pembelajaran Individual).
  • ​Aspek hukum perlindungan anak dalam lingkungan pendidikan.
  • ​Psikologi perkembangan anak dan komunikasi efektif berbasis kasih sayang.

​Melalui pelatihan ini, Nurul Kartika berharap para guru tidak lagi merasa canggung atau kesulitan ketika mendampingi anak-anak istimewa di kelas. Sebaliknya, sekolah-sekolah Aisyiyah diharapkan mampu menjadi pelopor sekolah inklusi yang melayani dengan hati dan menjunjung tinggi adab Islam. (yupan)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article