Surabaya, wartapoint – Di tengah dinamika kehidupan modern yang serba cepat, rasa cemas dan khawatir kerap menjadi bayang-bayang yang melanda masyarakat. Menjawab tantangan psikologis dan spiritual tersebut, Klinik Pratama Al Azhar yang berlokasi di jalan Dupak Bandarejo nomor 25, Surabaya, menggelar kegiatan kajian bulanan pada hari Jum’at (26/6/2026).
Kajian kali ini menghadirkan narasumber Ustadz Irwan, M.Pd.I., dengan mengangkat tema yang sangat menyentuh realitas kehidupan: “Menjadikan Rasa Cemas dan Kekhawatiran sebagai Momentum Kebahagiaan”.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Krembangan Bidang Dikdasmen dan Kesehatan, H. Sutikno, S.Sos., M.H., memberikan sambutan hangat sekaligus reflektif di hadapan para tenaga kesehatan (nakes) dan karyawan klinik.
Korelasi Iman, Ketenangan Jiwa, dan Kesehatan Fisik
Sutikno menyoroti bagaimana kecemasan saat ini telah merambah ke berbagai lini kehidupan manusia—mulai dari urusan pekerjaan, keberlangsungan usaha, ekonomi keluarga, pendidikan anak, hingga kekhawatiran akan masa depan dan kualitas keimanan diri sendiri.
Sebagai tokoh yang membidangi sektor kesehatan, ia mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan mental dan spiritual yang berdampak langsung pada kondisi fisik manusia.
“Kami sangat memahami bahwa ketenangan jiwa memiliki pengaruh yang luar biasa besar terhadap kesehatan tubuh. Banyak penyakit fisik yang sebetulnya dipicu oleh stres, kecemasan, dan pikiran yang berlebihan (overthinking),” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa dalam dunia medis Islam, pengobatan terbaik tidak melulu soal resep obat-obatan kimiawi atau tindakan medis semata. Lebih dari itu, kesembuhan yang hakiki harus dijemput dengan memperkuat benteng keimanan, memperbanyak dzikir, doa, serta berserah diri (tawakal) secara penuh kepada Allah SWT.
Sebagai penguat, ia mengutip firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surat Ath-Thalaq ayat 2-3:
“Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.”
Komitmen Pelayanan: Datang Membawa Keluhan, Pulang Membawa Kebahagiaan
Lebih lanjut, Sutikno memberikan pesan bagi seluruh ekosistem Klinik Pratama Al Azhar. Menurutnya, setiap pasien yang melangkahkan kaki ke klinik pada hakikatnya adalah orang yang sedang berada dalam kesulitan dan membutuhkan pertolongan.
Oleh karena itu, tantangan terbesar bagi seluruh nakes dan karyawan adalah bagaimana memberikan pelayanan prima (excellent service) berbasis empati. Target utamanya adalah memastikan setiap pasien tidak hanya sembuh secara fisik, tetapi keluar dari Klinik Al Azhar dengan perasaan tenang dan bahagia.
Melalui tema kajian yang diangkat, Sutikno berharap seluruh staf Klinik Al Azhar dapat memetik pencerahan spiritual.
”Kami berharap para nakes dan karyawan mampu menghadapi berbagai persoalan hidup mereka sendiri dengan hati yang tenang dan pikiran jernih. Dengan begitu, energi positif tersebut akan terpancar dalam melayani pasien,” tambahnya.
Menutup dengan Pantun dan Harapan
Di akhir sambutannya, Sutikno mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan momentum pengajian bulanan ini sebagai sarana konsisten untuk memperbaiki kualitas diri, mempererat tali ukhuwah antar-karyawan, serta mendongkrak kualitas keimanan.
Suasana kajian ditutup dengan penuh khidmat dan senyuman hangat setelah H. Sutikno melayangkan sebuah pantun penuh makna:
Pergi berobat ke Klinik Al Azhar,
Dilayani ramah penuh kesabaran.
Jika hati tenang dan iman pun tegar,
Insya Allah hidup penuh keberkahan.
Kajian pun dilanjutkan dengan pemaparan materi inti oleh Ustadz Irwan, M.Pd.I., yang mengupas tuntas tips-tips islami mengubah energi kecemasan menjadi sebuah batu loncatan menuju kebahagiaan dunia dan akhirat. (yupan)





