spot_img
Friday, July 3, 2026
spot_img
spot_img

Cegah ‘Microsleep’ Berbasis AI, Dua Siswa SMAMX Surabaya Sabet Perak di Jakarta National Science Fair

Must read

Surabaya, wartapoint – Pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan Internet of Things (IoT) di tangan generasi muda kian adaptif dalam menjawab persoalan riil di masyarakat.

​Paling baru, dua siswa kelas 11 SMA Muhammadiyah 10 Surabaya (SMAMX), Almassifa Maulana Hafidz dan Muhammad Nafis Bachmid, sukses meraih medali perak (silver medal) dalam ajang bergengsi Jakarta National Science Fair (JNSF) 2026.

​Kedua remaja ini berhasil memikat perhatian dewan juri lewat inovasi alat yang mereka gagas, yakni “Sistem Deteksi Kelelahan Tubuh Real-Time Berbasis IoT dan AI”. Teknologi ini dirancang sebagai solusi preventif atas isu keselamatan kerja dan fatalitas di jalan raya yang kerap dipicu oleh faktor kelelahan.

​Cara Kerja Alat: Deteksi Titik Kritis Tubuh

​Secara teknis, sistem penemuan Almassifa dan Nafis bekerja secara otomatis memantau indikator fisiologis tubuh pengguna.

​Melalui sensor berbasis IoT yang terintegrasi pada tubuh, data kondisi fisik dikirimkan secara langsung dan dianalisis oleh program kecerdasan buatan.

  • Analisis Real-Time: AI membaca fluktuasi vitalitas tubuh secara langsung.
  • Peringatan Dini: Jika kondisi tubuh terindikasi mencapai titik kritis kelelahan, sistem akan memicu alarm peringatan.
  • Pencegahan Risiko: Peringatan ini berfungsi mencegah risiko fatal akibat microsleep (tertidur sekian detik tanpa sadar) saat berkendara atau serangan jantung mendadak akibat kelelahan ekstrem.

​Dukungan Sekolah Keberbakatan

​Keberhasilan di kancah nasional ini semakin mempertegas posisi SMAMX sebagai sekolah keberbakatan yang konsisten memfasilitasi minat dan bakat (passion) unik para siswanya di bidang riset teknologi tingkat lanjut.

​Kepala SMA Muhammadiyah 10 Surabaya, Salim Bahrisy, mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian luar biasa kedua anak didiknya tersebut.

​”Prestasi ini adalah bukti nyata bahwa ruang inovasi yang inklusif dan berbasis passion mampu melahirkan karya yang berdampak luas. Menghadirkan solusi berbasis AI dan IoT di usia kelas 11 adalah capaian yang luar biasa. Sekolah akan terus mengawal dan mendukung penuh setiap potensi anak didik agar mampu bersaing global,” ujar Salim kepada awak media wartapoint.id via WhatsApp, Sabtu (27/6/2026).

​Sinergi Sekolah dan Orang Tua

​Di sisi lain, iklim belajar yang suportif di lingkungan sekolah memanen apresiasi dari pihak keluarga. Perwakilan orang tua dari Almassifa dan Nafis menyampaikan rasa terima kasih atas ruang riset yang dibuka lebar oleh pihak sekolah.

​”Dukungan penuh dari sekolah, baik dalam hal akademis maupun penyediaan ruang riset, telah membuka jalan bagi anak-anak kami untuk berani berinovasi dan meraih prestasi di tingkat nasional ini,” ungkap perwakilan orang tua siswa.

​Sebagai informasi, ajang JNSF merupakan salah satu kompetisi sains tahunan di Indonesia yang mempertemukan ratusan peneliti muda dari berbagai daerah. Capaian perak oleh siswa asal Surabaya ini diharapkan menjadi pemantik bagi pelajar lain untuk terus mengeksplorasi sains demi kemaslahatan masyarakat luas. (Red)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article