Boyolali, wartapoint – Sinergitas aparat keamanan TNI dan Polri kembali diperlihatkan dalam menjaga stabilitas serta ketertiban masyarakat di wilayah Jawa Tengah. Komandan Kodim (Dandim) 0724/Boyolali Letkol Inf Gunawan Nurbathin bersama Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra memimpin langsung patroli berskala besar guna mengawal kegiatan pengesahan warga baru Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Tahun 2026.
Kegiatan pengesahan yang berpusat di Dukuh Getasari, Desa Gladaksari, Kecamatan Gladaksari, Kabupaten Boyolali tersebut berlangsung pada Senin (29/06/2026). Langkah pengamanan melekat ini diambil sebagai upaya preventif guna memastikan seluruh rangkaian acara berjalan tertib, aman, dan kondusif.
Langkah Preventif demi Rasa Aman Masyarakat
Kehadiran pucuk pimpinan TNI dan Polri di lapangan menjadi bukti komitmen kuat dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat luas. Selain menjaga keamanan, patroli bersama ini juga bertujuan memperkuat sinergi struktural antara aparat penegak hukum dengan elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan berbasis kebudayaan dan pencak silat.
Dandim 0724/Boyolali Letkol Inf Gunawan Nurbathin menegaskan bahwa pengesahan warga baru merupakan tradisi organisasi yang bernilai positif, namun pelaksanaannya harus dibarengi dengan rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap ketertiban umum.
“TNI akan selalu hadir di tengah-tengah masyarakat untuk memastikan setiap kegiatan berlangsung aman dan lancar. Mari bersama-sama menjaga kondusivitas Boyolali serta menunjukkan bahwa warga PSHT mampu menjadi teladan dalam menjaga persatuan, ketertiban, dan kedamaian,” ujar Letkol Inf Gunawan Nurbathin.
Ia juga menambahkan bahwa jajaran Kodim 0724/Boyolali siap memberikan dukungan penuh kepada Polres Boyolali dalam mengantisipasi segala bentuk potensi gangguan keamanan selama dan pasca-acara.
Imbauan Larangan Konvoi dan Knalpot “Brong”
Apresiasi terhadap pengawalan ketat ini datang dari internal organisasi. Ketua PSHT Cabang Boyolali, Komarudin, S.T., menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan pengamanan dari TNI-Polri. Di hadapan para calon warga baru yang akan disahkan menjadi Warga Tingkat I, ia memberikan ucapan selamat sekaligus wejangan organisasi.
Komarudin mengajak seluruh anggota untuk senantiasa menjaga nama baik PSHT dengan mengedepankan nilai-nilai luhur persaudaraan, prinsip guyub rukun, gotong royong, serta toleransi terhadap keberagaman demi menjaga semangat Bhinneka Tunggal Ika.
Secara khusus, pihak manajemen organisasi juga mengeluarkan instruksi tegas kepada para anggota untuk tidak melakukan euforia berlebihan yang merugikan publik.
- Larangan Konvoi: Seluruh peserta dilarang melakukan arak-arakan atau konvoi di jalan raya usai acara.
- Tertib Lalu Lintas: Penggunaan knalpot tidak standar (brong) yang memicu kebisingan dilarang keras.
- Bebas Miras: Anggota diwajibkan menjauhi konsumsi minuman keras atau alkohol.
”Sikap disiplin dan tertib merupakan cerminan warga PSHT yang bermartabat. Kita semua berkewajiban untuk ikut menjaga situasi Boyolali agar tetap aman, nyaman, dan kondusif,” pungkas Komarudin. (Agus)





