Gelar Fun Run FORTASI 2026, SMAMX Surabaya Resmi Dijuluki “SMA Atlet” Pertama oleh KONI

Must read

Surabaya, wartapoint – Langkah berbeda diambil oleh SMA Muhammadiyah 10 (SMAMX) Surabaya dalam memulai kalender akademik baru. Sekolah ini resmi membuka rangkaian Forum Ta’aruf Siswa (FORTASI) atau Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 dengan menggelar kegiatan Fun Run, Ahad (5/7/2026).

​Agenda yang diikuti oleh lebih dari 600 peserta—terdiri dari siswa baru, orang tua murid, guru, karyawan, hingga warga sekitar—ini tidak sekadar menjadi ajang olahraga gembira. Momentum ini sekaligus menjadi tonggak sejarah baru bagi SMAMX Surabaya yang secara resmi mendapat predikat sebagai “SMA Atlet” pertama di Kota Pahlawan.

​Sinergi Pendidikan dan Olahraga Prestasi

​Kehadiran dua pucuk pimpinan otoritas olahraga tertinggi di daerah, yakni Ketua Umum KONI Jawa Timur Drs. H. M. Nabil, M.Si., dan Ketua Umum KONI Kota Surabaya Arderio Hukom, S.H., M.Kn., menegaskan bobot strategis dari pembukaan FORTASI kali ini. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan riil terhadap ekosistem pendidikan SMAMX yang dinilai ramah terhadap pembinaan bakat olahraga.

​Ketua Umum KONI Kota Surabaya, Arderio Hukom, mengapresiasi konsistensi SMAMX dalam melahirkan atlet-atlet muda yang mampu membawa nama harum Surabaya di berbagai level kejuaraan.

​”SMA Muhammadiyah 10 Surabaya telah membuktikan diri sebagai sekolah yang mampu mengintegrasikan pendidikan dengan pembinaan olahraga secara optimal. Kami berharap komitmen ini terus dijaga sehingga semakin banyak atlet muda Kota Surabaya yang berkembang, tidak hanya unggul di lapangan, tetapi juga berprestasi dalam pendidikan,” ujar Arderio.

​Predikat “SMA Atlet” Pertama di Surabaya

​Apresiasi senada juga datang dari Ketua Umum KONI Jawa Timur, M. Nabil. Ia menilai SMAMX sukses menghadirkan solusi atas dilema klasik yang sering dihadapi atlet pelajar: memilih antara karier olahraga atau kelanjutan pendidikan formal.

​Karena ruang adaptif yang diberikan sekolah sangat luas, Nabil secara khusus menyematkan julukan tersendiri bagi sekolah ini.

​”Saya memberikan penghargaan yang tinggi kepada SMA Muhammadiyah 10 Surabaya atas komitmennya dalam membina atlet pelajar. Sekolah ini berhasil menghadirkan keseimbangan antara prestasi olahraga dan prestasi akademik. Karena itu, saya menyematkan SMA Muhammadiyah 10 Surabaya sebagai ‘SMA Atlet’ pertama di Surabaya,” tegas Nabil. Ia juga berharap langkah SMAMX dapat memicu sekolah lain melakukan langkah serupa.

​Langkah Konkret Melalui MoU Kerja Sama

​Bukan sekadar seremonial dan pujian, komitmen kuat ini langsung dituangkan ke dalam naskah kerja sama hukum. Pembukaan FORTASI 2026 turut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Kepala SMAMX Surabaya, Salim Bahrisy, S.K.M., dengan Ketua Umum KONI Kota Surabaya, Arderio Hukom.

​Melalui nota kesepahaman ini, kedua belah pihak sepakat untuk saling bersinergi dalam hal:

  • Pendampingan terstruktur bagi atlet usia pelajar.
  • Pembinaan dan fasilitasi sarana serta program olahraga.
  • Fleksibilitas akademik agar para atlet tidak tertinggal dalam pendidikan formal jenjang SMA saat bertanding atau berlatih.

​Kepala SMAMX Surabaya, Salim Bahrisy, menekankan bahwa visi sekolahnya adalah menjadi institusi yang inklusif dan adaptif terhadap kebutuhan masa depan siswa.

​”Kami ingin memastikan bahwa setiap siswa memiliki kesempatan yang sama untuk meraih prestasi akademik sekaligus mengembangkan potensi olahraga secara maksimal. Penandatanganan MoU bersama KONI Kota Surabaya menjadi langkah konkret untuk menghadirkan sistem pembinaan yang berkelanjutan,” pungkas Salim. (Alfi/yupan)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article