Gelar Orientasi Wali Murid, Kepala SD Muhammadiyah 29 Surabaya Irwan Targetkan Lulusan Hafal 6 Juz

Must read

- Advertisement -

Surabaya, wartapoint – Memasuki tahun pelajaran 2026/2027, SD Muhammadiyah 29 Surabaya menggelar orientasi khusus bagi orang tua siswa pada Sabtu (11/7/2026). Langkah ini diambil guna menyosialisasikan program-program strategis sekolah sekaligus membangun ruang kolaborasi dua arah yang solid antara pihak sekolah dan wali murid.

​Kepala SD Muhammadiyah 29 Surabaya, Ustaz Irwan, menegaskan bahwa keterlibatan aktif orang tua sangat krusial dalam membentuk rasa memiliki (sense of belonging) terhadap sekolah. Hal ini dinilai menjadi fondasi utama demi menyukseskan tumbuh kembang dan capaian akademis maupun spiritual para siswa.

​Dalam orientasi tersebut, Irwan memaparkan tiga poin utama yang menjadi arah kebijakan sekolah ke depan.

​1. Penyelarasan Visi dan Misi Sekolah

​Pertama, Irwan menekankan pentingnya internalisasi visi dan misi sekolah di lingkungan keluarga. Menurutnya, pemahaman yang selaras antara guru di sekolah dan orang tua di rumah akan memastikan arah dan tujuan pendidikan anak dapat tercapai dengan optimal tanpa adanya tumpang tindih metode.

​2. Penguatan Jargon “Sekolah Tahfidz Berkemajuan”

​Kedua, sekolah yang akrab dengan julukan SD Mudalan ini terus mempertegas posisinya sebagai sekolah tahfidz berkemajuan. Tidak tanggung-tanggung, SD Mudalan menargetkan setiap lulusannya minimal mampu menghafal 6 juz Al-Qur’an.

​Untuk mendukung target ambisius tersebut, pihak sekolah menerapkan sistem pendampingan ketat serta alokasi waktu yang intensif.

  • Dua Guru per Kelas: Proses menghafal diampu langsung oleh dua guru di setiap kelas, mulai dari kelas 1 hingga kelas 6.
  • Kurikulum Semi Pesantren: Jam pelajaran tahfidz dirancang khusus hingga melebihi jumlah jam pelajaran umum lainnya.

​”Kuatnya hafalan siswa sangat bergantung pada seberapa konsisten mereka melakukan murojaah (mengulang hafalan), baik saat di sekolah maupun ketika berada di rumah. Di sinilah peran supporting system dari orang tua mutlak diperlukan,” ujar Irwan.

​3. Kolaborasi dan Rencana Aset Masa Depan

​Poin ketiga yang disampaikan adalah mengenai keterbukaan sekolah terhadap kontribusi pemikiran dari wali murid. Irwan menyatakan, sekolah akan terus tumbuh menjadi lembaga yang besar jika didukung oleh ekosistem yang sehat. Pihak sekolah sangat terbuka menerima masukan serta saran yang membangun demi kemajuan bersama.

​Lebih lanjut, Irwan juga membeberkan rencana besar pengembangan infrastruktur sekolah yang ditargetkan mulai terealisasi pada tahun depan.

“Insya Allah, pada tahun 2027 mendatang kami berencana mewujudkan pembangunan fasilitas lift, ruang belajar baru, ruang halaqoh tahfidz, serta aula pertemuan. Untuk itu, kami memohon doa dan dukungan dari Bapak dan Ibu sekalian,” ungkapnya.

​Di akhir pertemuan, pihak manajemen SD Muhammadiyah 29 Surabaya turut menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh wali murid yang selama ini telah menyokong gerak maju sekolah. Irwan juga menyampaikan permohonan maaf terbuka atas beberapa fasilitas pelayanan yang dirasa belum maksimal, dan berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan. (yupan)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article