Diplomasi Kopi dan Kuliner Halal Indonesia Merambah Jantung Kota Sydney

Must read

Sydney, wartapoint — Upaya memperkenalkan kekayaan budaya dan kuliner Indonesia di kancah internasional terus bergerak maju. Langkah ini ditandai dengan peresmian Pandawa Warung Kopi Halal yang terletak di kawasan strategis Central Business District (CBD) Sydney, tepatnya di lantai dasar Gedung Wesley Mission, 220 Pitt Street, Australia, Jumat (3/7/2026).

​Peresmian ini menjadi momentum penting bagi diplomasi kuliner (gastrodiplomacy) Indonesia karena dihadiri langsung oleh tiga tokoh penting kenegaraan. Mereka adalah mantan Wakil Presiden Republik Indonesia Prof. Dr. KH Ma’ruf Amin, Duta Besar RI untuk Australia Dr. Siswo Pramono, serta Konsul Jenderal RI untuk New South Wales (NSW) Pendekar Leonard Sondakh.

​Dalam sambutannya, KH Ma’ruf Amin menyampaikan apresiasi mendalam atas hadirnya ruang representasi kuliner Nusantara di salah satu kota paling kosmopolitan di Australia. Menurut beliau, makanan dan minuman merupakan instrumen diplomasi yang paling cair dan mudah diterima oleh masyarakat dunia.

​”Saya turut senang dapat meresmikan warung kopi Halal Pandawa di kota Sydney. Indonesia terkenal kaya akan rempah-rempahnya, dan hal utama yang paling mudah untuk memperkenalkan Indonesia di mata dunia adalah melalui makanan dan minuman. Kehadiran kafe ini sangat tepat untuk memperkenalkan kebesaran Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Ma’ruf Amin.

​Senada dengan hal tersebut, Duta Besar RI untuk Australia, Siswo Pramono, menambahkan bahwa kehadiran kedai ini tidak hanya berfungsi sebagai etalase budaya bagi warga lokal Australia, tetapi juga penawar rindu yang autentik bagi diaspora Indonesia.

​Ekspansi dari Nasi Bungkus ke Secangkir Kopi

​Di balik layar, ekspansi bisnis kuliner ini dimotori oleh tiga pengusaha Indonesia: Sugiarto Wijono, Lily Tenacious Wijono, dan Antonius Auwyang. Sebelum merambah ke lini kedai kopi, trio inovator ini telah sukses mengibarkan bendera Pandawa Nasi Bungkus di Sydney, yang mendapat respons luar biasa dari para pencinta kuliner setempat hingga masuk dalam ulasan Sydney Morning Herald (SMH) Good Food.

​Melihat potensi pasar yang besar, mereka kini melangkah ke komoditas unggulan Indonesia lainnya, yaitu kopi. Pandawa berkomitmen menyajikan varietas kopi Arabika spesial pilihan yang didatangkan langsung dari perkebunan di Indonesia. Kopi ini diproses dengan metode giling basah khas Nusantara untuk mempertahankan cita rasa lokal yang tebal (bold body), keasaman rendah, serta aroma earthy yang unik.

​”Sajian aneka camilan tradisional di warung kopi Halal Pandawa, serta kopi Arabika pilihan yang kami bawa langsung dari Indonesia, kini dapat dengan mudah ditemukan di Sydney,” kata Lily Tenacious Wijono.

​Akulturasi Rasa dan Komitmen Promosi Budaya

​Untuk mendampingi sajian kopi Arabika, kedai ini menawarkan perpaduan menu yang unik, salah satunya adalah Pie Rendang—sebuah inovasi yang memadukan kelembutan daging rendang kaya rempah khas Minang dengan renyahnya kulit pastry ala Barat. Selain itu, menu jajanan pasar seperti lemper, kroket keju, pastel tutup, dan aneka gorengan juga dihadirkan untuk menjaga keaslian rasa.

​Antonius Auwyang menjelaskan, konsep yang diusung adalah memberikan pengalaman kuliner yang menyeluruh bagi para pelanggan, mulai dari makanan berat hingga makanan ringan tradisional.

​Pada akhir acara peresmian, Sugiarto Wijono menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan penuh dari jajaran pemerintah dan perwakilan diplomatik RI. Dukungan ini dinilai menjadi bahan bakar utama bagi pelaku usaha lokal untuk berani bersaing di pasar global. Bagi mereka, pembukaan kedai kopi ini bukanlah akhir, melainkan awal dari misi besar membawa cita rasa Indonesia ke panggung dunia. (Armand)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article