Muhammadiyah dan ’Aisyiyah Dorong Penguatan Ekosistem Perlindungan Anak pada HAN 2026

Must read

Sidoarjo, wartapoint — Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 menjadi momentum penting bagi Muhammadiyah dan ’Aisyiyah untuk memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

​Semangat tersebut mengemuka dalam ajang Gerakan Bersama Muhammadiyah-’Aisyiyah Peduli Anak yang dirangkai dengan Seminar Nasional Perlindungan Anak di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Jawa Timur, Sabtu (25/7/2026).

​Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., yang hadir dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa upaya mewujudkan cita-cita Generasi Emas Indonesia harus dimulai dari fondasi keluarga melalui pengasuhan yang berkualitas.

​”Anak-anak tidak boleh tumbuh dalam kondisi yang lemah, baik secara fisik, mental, maupun karakter,” ujarnya.

​Mengutip bait dari Mars ’Aisyiyah—“Di telapak kakimu terbentang surga, di tanganmulah nasib bangsa”—Abdul Mu’ti menyoroti betapa krusialnya peran seorang ibu dan keluarga dalam membentuk kualitas generasi masa depan bangsa.

​Soroti Ancaman Kesehatan Mental akibat Gawai

​Di samping pengasuhan keluarga, Mendikdasmen turut memberikan perhatian serius terhadap ancaman gangguan kesehatan mental pada anak yang kian marak. Salah satu pemicu utamanya adalah penggunaan gawai (smartphone) secara berlebihan.

​Menurut Abdul Mu’ti, fenomena kecanduan gawai telah memengaruhi kemampuan anak dalam berkonsentrasi, belajar, hingga berinteraksi sosial secara langsung.

​“Di jajaran para menteri pun, kita memiliki konsentrasi yang sama untuk mencari solusi tentang generasi kita yang kian memiliki permasalahan mental karena penggunaan ponsel yang berlebihan,” tuturnya.

​Ia menekankan bahwa tantangan ini hanya bisa diatasi apabila keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah saling berkolaborasi untuk mengantisipasi potensi masalah sejak dini.

​Kolaborasi Multisektor untuk Ekosistem Aman

​Guna membedah berbagai isu strategis anak—mulai dari penguatan pendidikan, perlindungan, hingga hak partisipasi anak dalam pembangunan—seminar nasional tersebut menghadirkan narasumber dari pelbagai latar belakang.

​Beberapa tokoh yang hadir antara lain:

  • Kurniawan, S.T., M.B.A. (Direktur PAUD Kemendikdasmen)
  • Prof. Dr. H. Biyanto, M.A. (Staf Ahli Bidang Regulasi dan Hubungan Antar Lembaga Kemendikdasmen)
  • Dr. Diyah Puspitarini, M.Pd. (Komisioner KPAI)
  • Afina Karima (Fasilitator Forum Anak Nasional)

​Ketua Pimpinan Wilayah ’Aisyiyah Jawa Timur, Dra. Rukmini, M.AP., menegaskan bahwa perlindungan anak bukanlah tugas satu instansi semata, melainkan tanggung jawab kolektif.

​”Keluarga, sekolah, organisasi masyarakat, dunia usaha, dan pemerintah perlu membangun ekosistem yang memungkinkan setiap anak tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, dan penuh kasih sayang,” kata Rukmini.

​Edukasi hingga Panggung Suara Hati Anak

​Rangkaian acara diawali dengan aksi Senam Anak Indonesia Hebat yang dibawakan oleh siswa-siswi TK ’Aisyiyah Boyolangu dan TK ’Aisyiyah Pulosari, Tulungagung. Abdul Mu’ti bersama ratusan peserta tampak berbaur dan bergerak bersama sebelum pembukaan seminar.

​Tak sekadar seremoni formal, peringatan HAN 2026 ini juga disemarakkan dengan beragam kegiatan edukatif dan inklusif. Sekretaris PW ’Aisyiyah Jawa Timur sekaligus Ketua Panitia, Dr. Nur Mukkarromah, S.KM., M.Kes., menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk pemenuhan hak-hak anak secara langsung.

​Beberapa agenda pendukung yang digelar meliputi:

  • Senam Bustanul Athfal: Diikuti sekitar 500 siswa TK ’Aisyiyah se-Kabupaten Sidoarjo.
  • Sesi Dongeng Anak: Dihadiri oleh perwakilan Dinas Perpustakaan Provinsi Jawa Timur.
  • Mitigasi Bencana: Sosialisasi keselamatan oleh BPBD Jawa Timur.
  • Layanan & Ruang Ekspresi: Panggung Suara Hati Anak, Pojok Literasi, serta sosialisasi pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA).

​Melalui rangkaian kegiatan ini, Nur Mukkarromah berharap Hari Anak Nasional tidak berlalu sebagai rutinitas tahunan semata, melainkan menjadi penanda komitmen nyata seluruh elemen masyarakat demi mewujudkan hak dan perlindungan anak Indonesia. (yupan)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article