Mojokerto, wartapoint – Kamis, (16/7) MPLS hari keempat di Spemusa sangat istimewa. Pasalnya yang menjadi pemateri bukan hanya dari dewan guru setempat, akan tetapi dari Satreskrim Polresta dan Tagana Dinas Sosial Kota Mojokerto.
Dalam rangka menunjang pembinaan karakter siswa, SMP Muhammadiyah 1 Kota Mojokerto mengundang 4 Tim Satreskrim Polresta Mojokerto yaitu Brigadir Rita, Bripda Desi, Bripda Amelia untuk memberikan materi tentang rawannya kejahatan yang dilakukan oleh pelajar baik berupa tawuran, bullying, pelecehan seksual, narkoba, judi online dan kenakalan remaja lainnya.
Brigadir Rita Trusto Jayanti, tim satreskrim menyampaikan bahwa kenakalan remaja itu sangat kompleks dan beragam. Beliau juga memaparkan tata cara dan tips agar tidak terjerumus dalam hal negative tersebut. Setelah menjelaskan tentang hal di atas, bu Rita lanjut menjelaskan tentang bahaya pelecehan dan kekerasan seksual baik dilakukan dengan terang-terangan, verbal dengan berbagai modus mulai dari sok kenal, sok dekat dengan kalian, dengan mengiming-ngiming sesuatu yang menggiurkan, jangan mau ya!” tegas bu Rita. Pokoknya, jangan cepat percaya dengan orang asing, dan selalulah berhati-hati.” Imbuhnya.
Disusul dengan paparan Bripda Desi Nurul Rahmawati beliau menjelaskan tentang Bullying. “bullying berarti: apabila seseorang/ kelompok orang yang merasa lebih kuat/ berkuasa dengan sengaja menyakiti orang lain, baik secara fisik, verbal, relasional, dan cyber bullying.” Ujar bu Desi.
Siswa-siswi mendengarkan dengan seksama dan antusias, sekalipun udara di luar semakin panas. Beliau berpesan jangan sampai kalian menjadi pelaku bullying. Dan apabila ada di antara kalian menjadi korbannya, segera melapor kepada bapak/ ibu guru. Jika terjadi di luar sekolah, jangan segan-segan untuk melapor kepada kepolisian dengan menelpon 110. Imbuhnya.
Tanpa terasa sesi dari Satpolres pun usai. Siswa-siswi diberi kesempatan istirahat sejenak. Setelah kurang lebih 10 menit beristirahat dan dilanjutkan sharing session Bersama Tagana (Taruna Siaga Bencana) Dinas sosial Kota Mojokerto.
Pak Imam selaku pembicara dari Tim Tagana menyampaikan bahwa tagana berada di bawah Kementerian sosial. Tugasnya membantu pemerintah dalam menanggulangi bencana. Lembaga ini berdiri sejak tahun 2004 telah memiliki posko di kantor Kementerian sosial yang berada di Jl benteng Pancasila. Mereka berkompetensi untuk memenej logistic dan dapur umum. Apabila tidak terjadi bencana maka mereka melakukan sosialisasi dan edukasi ke masyarakat terkait tanggap darurat kebencanaan.
Tips menghadapi bencana, yaitu harus tetap tenang, tidak boleh panik, berlindung dan bertahan. Dan yang terpenting adalah berdoa kepada Allah SWT, tegasnya. Selain penjelasan secara teori, siswa diajak praktik penyelamatan diri Ketika terjadi gempa bumi. Simulasi bencana gempa bumi di lingkungan sekolah berlangsung sangat seru, terlihat dengan antusiasme siswa dalam peaktik disertai dengan teriakan riuh.
Nuril Jannah, S. Pd, kepala SMP Muhammadiyah menyebut MPLS ramah hari keempat paket lengkap, karena siswa tidak hanya dibekali dengan kesepahaman kurikulum yanga akan dipelajari satu tahun ke depan, melainkan dibekali dengan tips menghindari kejahatan dan pencegahan kebencanaan. Harapannya semua siswa dapat memiliki ilmu pengetahuan dan antisipasi tindakan kejahatan apapun dan siap siaga jika terjadi bencana serta cara pencegahannya. Pungkasnya.
Kegiatan MPLS ramah hari keempatpun berakhir dengan penuh keceriaan, membawa ilmu baru untuk bekal bersosialisasi di lingkungannya, baik di rumah maupun di sekolah.
(Nur Furqon)






