Aksi Kemanusiaan TMMD di Boyolali, 30 Kantong Darah Berhasil Dihimpun untuk PMI

Must read

Boyolali, wartapoint – Semangat gotong royong dan kepedulian sosial kembali ditunjukkan oleh jajaran TNI bersama masyarakat di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Melalui program nonfisik TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III Tahun 2026, Kodim 0724/Boyolali menggelar aksi donor darah di Balai Desa Bercak, Kecamatan Wonosamudro, Rabu (22/7/2026).

​Kegiatan kemanusiaan yang bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Boyolali ini berhasil mengumpulkan sebanyak 30 kantong darah untuk membantu menjaga ketersediaan stok darah daerah.

​Sinergi Elemen Masyarakat dan TNI

​Aksi donor darah tersebut mendapat sambutan hangat dan partisipasi aktif dari berbagai elemen masyarakat. Antusiasme terlihat dari antrean para pendaftar yang terdiri dari:

  • ​Personel TNI dari Kodim 0724/Boyolali
  • ​Aparatur Pemerintah Daerah Kabupaten Boyolali
  • ​Anggota Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang XLV Kodim 0724/Boyolali
  • ​Warga dan masyarakat umum di wilayah Kecamatan Wonosamudro

​Setiap kantong darah yang terkumpul langsung diserahkan kepada pihak PMI Kabupaten Boyolali untuk disalurkan kepada pasien atau masyarakat yang membutuhkan bantuan medis mendesak.

​TMMD Tak Hanya Fokus Pembangunan Fisik

​Komandan Satgas TMMD Sengkuyung Tahap III Tahun 2026, Letkol Inf Gunawan Nurbathin, menjelaskan bahwa kehadiran program TMMD dirancang untuk mencakup sasaran fisik maupun nonfisik secara seimbang. Menurutnya, misi sosial merupakan pilar penting dalam membangun kemanunggalan TNI dengan rakyat.

​”TMMD tidak hanya membangun jalan, talud, maupun fasilitas umum lainnya. Kami juga ingin hadir melalui kegiatan sosial yang berdampak nyata, salah satunya donor darah. Semoga setiap tetes darah yang disumbangkan dapat menjadi harapan dan menyelamatkan nyawa sesama,” tegas Letkol Inf Gunawan Nurbathin.

​Ia menambahkan, kepedulian terhadap sesama menjadi pondasi utama dalam mempererat hubungan harmonis antara prajurit TNI dan warga lokal, sekaligus mengedukasi masyarakat akan pentingnya mendonorkan darah secara rutin.

​Menjaga Nilai Gotong Royong

​Melalui sinergi antara TNI, PMI, pemerintah daerah, Persit KCK, dan warga, program ini diharapkan tidak sekadar memberikan hasil pembangunan infrastruktur desa. Lebih dari itu, aksi nyata ini bertujuan menanamkan kembali nilai-nilai gotong royong dan kebermanfaatan sosial yang dapat dirasakan dampaknya oleh masyarakat dalam jangka panjang. (Agus)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article