Ketika Kolam Renang Menjadi Ruang Kelas, Sekolah Kreatif Baratajaya Hadirkan Pembelajaran yang Berbeda

Must read

Surabaya, wartapoint – Bagi siswa kelas V SD Muhammadiyah 16 Surabaya, ruang belajar tidak selalu identik dengan meja, kursi, dan papan tulis. Pada Rabu (22/7/2026), ruang kelas itu berpindah ke kolam renang Kampus 2. Di sana, mereka belajar tentang disiplin, keberanian, keselamatan, hingga kerja sama melalui pembelajaran kokurikuler renang.

Tepat pukul 10.30 WIB, usai beristirahat, siswa berbaris rapi di halaman sekolah. Sebelum berangkat menuju Kampus 2 di Jalan Baratajaya II, mereka mengawali kegiatan dengan doa yang dipimpin Leader of Pray. Didampingi guru kelas Ahmad Mahmudi, M.Pd., bersama sejumlah shadow teacher, rombongan kemudian berjalan menuju kolam renang sekolah.

Sesampainya di lokasi, guru renang Dafa Nouval, S.Pd., langsung mengambil alih pembelajaran. Peluit panjang dibunyikan sebagai tanda dimulainya sesi pemanasan.
“Anak-anak harus memahami bahwa setiap aktivitas memiliki aturan. Sebelum masuk ke kolam, mereka belajar disiplin melalui pemanasan agar tubuh siap dan terhindar dari cedera,” ujar Dafa.

Setelah pemanasan, siswa memasuki kolam secara bergantian. Namun mereka tidak langsung berlatih teknik berenang. Pembelajaran diawali dengan permainan bola air yang membuat suasana semakin hidup.

Gelak tawa memenuhi area kolam. Tanpa disadari, permainan tersebut mengajarkan keberanian, komunikasi, dan kerja sama antarsiswa.
“Anak-anak lebih cepat belajar ketika mereka merasa senang. Bermain menjadi jembatan agar mereka berani berada di dalam air sekaligus belajar berinteraksi dengan teman-temannya,” kata Dafa.

Permainan kemudian dilanjutkan dengan materi dasar mengenai penggunaan pelampung. Siswa dikenalkan cara memakai pelampung dengan benar sebagai bagian dari edukasi keselamatan.

Wakil Kepala SD Muhammadiyah 16 Surabaya, Suyono, S.Si., mengatakan bahwa setiap kegiatan kokurikuler di Sekolah Kreatif Baratajaya dirancang memiliki tujuan pendidikan yang jelas.
“Kami ingin anak-anak belajar dari pengalaman nyata. Kolam renang bukan hanya fasilitas olahraga, tetapi ruang pembelajaran yang mengajarkan disiplin, tanggung jawab, keberanian, dan kepedulian terhadap keselamatan diri,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pemilihan renang sebagai kokurikuler juga berangkat dari nilai-nilai keislaman.
“Renang merupakan olahraga yang dianjurkan dalam sunnah Rasulullah SAW. Karena itu kami memasukkannya sebagai bagian dari pembelajaran rutin bersama Tapak Suci, Hizbul Wathan, dan Ngaji Morning. Kami berharap anak-anak tumbuh sehat sekaligus berkarakter,” jelasnya.

Pembelajaran yang berlangsung di luar kelas itu meninggalkan kesan mendalam bagi para siswa.
“Aku senang karena belajarnya tidak membosankan. Bisa bermain, belajar renang, dan bersama teman-teman. Air kolamnya juga segar,” ujar Sachio Arsenio.

Hal serupa disampaikan Bramastha Damar Gandhi Wijaya. “Awalnya airnya terasa dingin, tetapi setelah beberapa saat jadi nyaman. Aku jadi lebih percaya diri berada di kolam,” katanya.

Bagi Sekolah Kreatif Baratajaya, belajar tidak dibatasi oleh dinding kelas. Selama sebuah tempat mampu menghadirkan pengalaman bermakna, di situlah pendidikan berlangsung. Kolam renang pun berubah menjadi ruang kelas yang mengajarkan lebih dari sekadar cara mengapung—ia menjadi tempat tumbuhnya karakter, keberanian, dan kemandirian peserta didik.
(Ahmad Mahmudi)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article