Binaan Rumah Sakinah Muhammadiyah Petik Refleksi Kehidupan Lewat Film “Takkan Kubiarkan Kau Menangis”

Must read

Depok, wartapoint — Sebanyak 30 peserta yang terdiri atas warga binaan dan pengurus Rumah Sakinah Muhammadiyah mengikuti kegiatan nonton bareng (nobar) film Takkan Kubiarkan Kau Menangis di bioskop CGV D’Mall Depok, Jawa Barat, Selasa (21/7/2026).

​Kegiatan yang digagas bersama Lembaga Sensor Film (LSF) dan Badan Perfilman Indonesia (BPI) ini bukan sekadar sarana hiburan, melainkan bagian dari pendampingan psikososial serta penguatan karakter bagi warga binaan.

​Sejak pagi, rombongan berangkat bersama dari kompleks Rumah Sakinah Muhammadiyah menggunakan armada yang telah disiapkan. Selain menyaksikan alur cerita yang sarat pesan moral, para peserta juga berkesempatan berinteraksi dan berfoto bersama para pemain film.

​Menyentuh Hati dan Memberi Motivasi

​Film Takkan Kubiarkan Kau Menangis mengangkat narasi tentang perjuangan, kasih sayang, pengorbanan, hingga pentingnya ketahanan keluarga dalam menghadapi badai kehidupan. Pesan yang mendalam tersebut sukses memantik haru sekaligus menjadi bahan refleksi bagi para penontonnya.

​Windi, salah satu warga binaan yang hadir, mengaku sangat tersentuh dengan jalan cerita yang disajikan. Menurutnya, film tersebut memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya keterbukaan dalam keluarga.

“Kami sangat tersentuh. Film ini luar biasa mengajarkan pentingnya saling menguatkan di dalam keluarga dan tidak memendam masalah seorang diri,” ujar Windi.

​Pesan senada disampaikan oleh Nining, warga binaan lainnya. Ia merasa diingatkan untuk senantiasa bersyukur dan tidak berkecil hati saat menerjang ujian hidup.

​”Kami merasa lebih bersyukur atas kehidupan yang dijalani. Kami semakin yakin bahwa setiap kesulitan pasti ada jalan keluar jika dihadapi dengan kesabaran dan doa,” tutur Nining.

​Edukasi Literasi Tontonan dan Kesehatan Mental

​Wakil Ketua Rumah Sakinah Muhammadiyah, Zalnis Bachtiar, menjelaskan bahwa media film dipilih karena efektif dalam menyampaikan nilai-nilai ketangguhan, kepedulian, dan harmoni keluarga secara visual dan emosional.

​Selain itu, kegiatan ini dimanfaatkan untuk memberikan edukasi mengenai literasi tontonan sesuai klasifikasi usia penonton—seperti batas usia 13+, 17+, hingga 21+.

​”Kami sangat berterima kasih kepada LSF dan BPI yang telah mengundang Rumah Sakinah Muhammadiyah. Melalui kegiatan ini, peserta diajak merefleksikan nilai-nilai positif sekaligus memahami pentingnya memilih tontonan yang bijak sesuai usia,” kata Bunda Zalnis, sapaan akrabnya.

​Sementara itu, Kepala Pengelola Rumah Sakinah Muhammadiyah, Ning Purbowati (Bu Titik), menekankan pentingnya ruang penyegaran (rekreasi) yang edukatif bagi kesehatan mental warga binaan.

​”Kami ingin para binaan merasakan bahwa mereka tidak sendiri. Selalu ada keluarga besar Rumah Sakinah Muhammadiyah yang siap mendampingi dan menguatkan,” ungkap Bu Titik.

​Komitmen Pendampingan Berkelanjutan

​Rangkaian acara ditutup dengan diskusi ringan membedah pesan moral film, dilanjutkan dengan sesi foto bersama antara peserta dan jajaran pengurus yang hadir, di antaranya Zalnis Bachtiar, Ning Purbowati, Okta, Anna, Cici, dan Febry Amirullah.

​Melalui kegiatan humanis seperti ini, Rumah Sakinah Muhammadiyah menegaskan komitmennya untuk tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan dan kesejahteraan fisik, tetapi juga secara konsisten menjaga kesehatan mental, spiritual, serta ketahanan keluarga para anggotanya. (Febri/yupan)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article